JAKARTA, LINTAS – Peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan KAI Commuter sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menciptakan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, khususnya perempuan. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari kampanye publik hingga penguatan sistem keamanan di layanan Commuter Line.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam melindungi pengguna jasa.
“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi publik,” ujar Karina, di Stasiun BNI City, Selasa (21/4/2026).
74 Aduan Hingga Triwulan I 2026
KAI Commuter mencatat sekitar 74 keluhan terkait dugaan pelecehan seksual yang disampaikan pengguna sepanjang 2025 hingga Triwulan I 2026. Data tersebut tidak seluruhnya berasal dari laporan langsung, melainkan juga hasil pemantauan percakapan masyarakat di media sosial.
Karina menekankan, peningkatan jumlah aduan pada awal 2026 bukan berarti kasusnya meningkat, melainkan menunjukkan keberanian masyarakat untuk bersuara.

“Kami melihat peningkatan ini sebagai respons positif. Semakin banyak pengguna yang berani speak up dan melaporkan ketika melihat atau mengalami pelecehan seksual di Commuter Line,” jelasnya.
Ia pun mengimbau seluruh penumpang untuk tidak ragu melapor kepada petugas di stasiun maupun di dalam kereta apabila menemukan tindakan kekerasan atau pelecehan seksual.
Pendampingan Hingga Proses Hukum
KAI Commuter memastikan setiap laporan ditindaklanjuti dengan serius, termasuk pendampingan korban hingga pelaporan ke aparat penegak hukum.
“Kami berkomitmen memberikan asistensi dan pendampingan bagi pengguna yang mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, termasuk membantu proses pelaporan ke aparat penegak hukum,” kata Karina.
Sebagai langkah tegas, KAI Commuter juga menerapkan sanksi blacklist terhadap terduga pelaku yang telah diproses.
Baca Juga: KAI Perkuat Layanan Inklusif, Fokus Keamanan dan Kenyamanan Perempuan
“Kami mengenakan sanksi blacklist bagi terduga pelaku sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna lainnya,” tambahnya.
Sosialisasi dan Kampanye Berkelanjutan
Selain penanganan kasus, KAI Commuter terus melakukan edukasi kepada petugas mengenai penanganan kekerasan seksual. Sosialisasi juga menyasar penumpang melalui pengumuman di stasiun dan kereta, serta pemasangan signage kampanye anti kekerasan seksual.
Pada momentum Hari Kartini, perusahaan juga menggelar kampanye yang melibatkan komunitas pecinta kereta dan generasi milenial. Penumpang diajak menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan anti kekerasan seksual di transportasi publik.
Penguatan Teknologi Keamanan
Upaya pencegahan turut diperkuat melalui implementasi CCTV analitik di area layanan. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kondisi berisiko, terutama saat kepadatan penumpang meningkat pada jam sibuk.
Karina menegaskan, keamanan transportasi publik membutuhkan peran aktif seluruh pihak.
“KAI Commuter tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan partisipasi masyarakat agar keamanan dan kenyamanan transportasi publik bisa dijaga bersama,” tutur dia. (CHI)































