Home Berita Jembatan Tumbang Nusa Segera Kembali Mulus dan Indah

Jembatan Tumbang Nusa Segera Kembali Mulus dan Indah

Share

PALANGKA RAYA, LINTAS – Rangkaian Jembatan Pile Slab Tumbang Nusa sepanjang 10 kilometer di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, tengah mendapatkan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah pada tahun anggaran 2025.

Penanganan ini mencakup pemulihan kondisi bagian atas dan bawah jembatan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Kalteng, Daniel, ST, MT, dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi ini diperlukan untuk menjaga fungsi sekaligus keselamatan jembatan yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian sambungan. Hal ini penting demi kelancaran lalu lintas serta keberlangsungan infrastruktur transportasi di Kalimantan Tengah.

Koordinator Lapangan PPK 2.3, Tarong, ST, menambahkan bahwa rangkaian Jembatan Tumbang Nusa terbagi menjadi tiga bagian, yakni Tahap 1, Tahap 2, dan Tahap 3 yang dibedakan berdasarkan waktu pembangunannya. Jembatan pile slab ini dibangun khusus untuk menggantikan fungsi jalan di atas lahan gambut dengan kedalaman hingga 20 meter.

Permukaan aspal jembatan berada di ketinggian 4–5 meter dari permukaan gambut, dengan lebar total 9 meter yang terdiri dari jalan aspal 7 meter serta trotoar dan pagar masing-masing selebar 1 meter di kedua sisi. Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi ini memiliki pagu anggaran sekitar Rp 38 miliar.

“Pada waktu dulu, jembatan ini sempat viral karena asphaltic-nya ada yang rusak, tapi sekarang sudah diperbaiki,” ujar Tarong pada Kamis (18/9/2025).

Progres Pekerjaan

Pekerjaan di Tahap 1, Tahap 2, dan Tahap 3 dibagi dalam beberapa segmen yang ditangani sejumlah penyedia jasa berbeda. Lingkup pekerjaan meliputi pelapisan ulang aspal, pembenahan sambungan, jacketing (penebalan lapisan) kolom jembatan, serta beautifikasi.

Target penyelesaian proyek ini ditetapkan pada Desember 2025. Saat tim Lintas melakukan peninjauan pada Kamis (18/9/2025), pengaspalan ulang di ruas Tahap 1 telah rampung. Namun, masih berlangsung pekerjaan jacketing pada 13 kolom jembatan setinggi sekitar 3 meter yang berdiri di atas genangan air lahan gambut. Kolom-kolom tersebut diperkokoh ulang agar lebih andal dalam menahan beban lalu lintas.

Di ruas Tahap 2, terlihat pekerja sedang membersihkan dan mengecat pagar jembatan. Bagian besi pagar dicat polos berwarna oranye, sementara bagian beton dicat dengan motif panah sebagai penunjuk arah.

Sementara itu, di sebagian ruas Tahap 3 masih berlangsung pekerjaan pengupasan permukaan aspal serta perbaikan sambungan.

“Pekerjaan kita saat ini masih CMM (cold milling machine). Selanjutnya, dilakukan pengaspalan asphaltic maupun siar muai, pengecatan penuh sepanjang 3 kilometer, dan pemasangan marka jalan,” jelas Tarong.

Adapun progres fisik preservasi jembatan saat ini adalah: Tahap 1 sebesar 81,25%, Tahap 2 sekitar 80%, dan Tahap 3 baru mencapai 17,2%, namun sudah melampaui target rencana yang ditetapkan sebesar 8%.

Harapan untuk Masyarakat

Daniel mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kualitas jembatan, antara lain dengan melaporkan bila menemukan kerusakan, menjaga kebersihan dari sampah atau benda yang berpotensi merusak, serta mematuhi aturan penggunaan, termasuk ketentuan batas beban kendaraan. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan dini sekaligus menjaga keselamatan bersama.

Baca Juga: Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Palangka Raya Berlanjut, Progres Capai 61 Persen

Sementara itu, Tarong menambahkan imbauan agar pengguna jalan berhati-hati dalam melintas. “Kalau jembatan pile slab ini sudah diaspal, tolong untuk kecepatan rata-ratanya dikurangi karena rawan kecelakaan. Kemudian, di tempat rest area atau tempat pemberhentian sementara, sekarang banyak yang berhenti terlalu lama. Padahal, area itu seharusnya dipakai hanya untuk keadaan darurat,” katanya. (DWO/NNN)

Oleh:

Share