JAKARTA, LINTAS – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat resmi memfungsikan Jembatan Cipamuruyan di ruas Jalan Nasional Bogor–Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Barat, Muhammad Maulana, mengatakan difungsionalkannya Jembatan Cipamuruyan merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dengan selesainya pembangunan dan difungsionalkannya Jembatan Cipamuruyan, kami berharap konektivitas pada ruas nasional Bogor–Sukabumi semakin baik, tingkat keselamatan pengguna jalan meningkat, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya,” ujar Maulana dikutip dari web BBPJN Jakarta-Jabar, Jumat (26/6/2026).
Ia menambahkan, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi jembatan maupun ruas jalan nasional agar seluruh infrastruktur tetap berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
Dukung Kelancaran
Jembatan Cipamuruyan dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kapasitas jalan nasional, serta mendukung kelancaran distribusi orang maupun barang di koridor Bogor–Sukabumi.
Pembangunan jembatan dilakukan untuk menggantikan jembatan lama yang berada di lokasi tikungan dengan kondisi geometrik jalan yang kurang ideal. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan (blackspot) sekaligus menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.
Secara teknis, Jembatan Cipamuruyan memiliki panjang 61,2 meter dengan lebar hampir 10 meter dan terdiri atas satu bentang. Struktur atas menggunakan steel box girder, pelat beton, lapis aspal, pot bearing, railing pengaman, trotoar, serta expansion joint tipe strip seal. Sementara struktur bawah terdiri atas dua abutmen yang ditopang pondasi bored pile.
“Pembangunan berlangsung selama 150 hari kalender, mulai Desember 2025 hingga Mei 2026, dengan menerapkan standar keselamatan konstruksi secara ketat. Selama proses pekerjaan, BBPJN juga melakukan pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” tutur Maulana.
Dengan beroperasinya jembatan baru tersebut, kapasitas ruas Jalan Nasional Bogor–Sukabumi meningkat sehingga arus kendaraan menjadi lebih lancar dan aman. Selain itu, geometri jalan yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
Maulana menambahkan, keberadaan Jembatan Cipamuruyan juga diyakini akan mendukung distribusi logistik, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukabumi, serta meningkatkan akses menuju kawasan industri, perdagangan, pendidikan, hingga destinasi wisata.
Perjalanan Lebih Cepat
Manfaat jembatan baru tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat yang setiap hari melintasi jalur Bogor–Sukabumi. Indah, seorang pelajar, mengaku perjalanan kini menjadi lebih nyaman dan kemacetan jauh berkurang.
“Jembatan Cipamuruyan sangat mantap mengurangi macet. Trotoarnya juga bagus untuk kami yang sering lewat di sini. Sebelumnya tidak seperti ini,” katanya.
Hal serupa disampaikan Samasul, warga setempat. Menurutnya, perjalanan menuju pasar yang sebelumnya memakan waktu cukup lama kini menjadi jauh lebih cepat.
“Dulu perjalanan ke pasar bisa memakan waktu sangat lama meskipun jaraknya hanya sekitar lima kilometer. Setelah pembangunan jembatan ini, perjalanan menjadi jauh lebih cepat. Manfaatnya terasa sekali, kemacetan berkurang, jalan lebih nyaman untuk pejalan kaki, dan trotoarnya juga bagus,” ujarnya. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Bangun 78 Jaringan Irigasi di Bali















