JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemasangan Jembatan Bailey untuk memulihkan konektivitas wilayah Bireuen, Aceh, yang terputus akibat banjir dan longsor. Upaya ini menjadi prioritas karena akses jalan dan jembatan merupakan penopang utama mobilitas warga pascabencana.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan restorasi jaringan transportasi. “Akses jalan dan jembatan adalah kunci pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi. Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Adapun data penanganan menunjukkan Jembatan Krueng Tingkeum/Kuta Blang di ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
Untuk itu, jalur alternatif dengan Jembatan Bailey telah disiapkan di Awe Geutah dan tengah dipasang dengan target rampung 14 Desember. Secara paralel, BPJN Aceh juga memasang Bailey di jembatan eksisting Krueng Tingkeum.





Selain itu, kerusakan oprit Jembatan Teupin Mane di ruas Kota Bireuen–Batas Bener Meriah ditangani dengan penimbunan dan pemasangan Jembatan Bailey yang ditargetkan selesai 15 Desember. Di ruas Batas Bireuen/Bener Meriah–Batas Aceh Tengah, terdapat enam jembatan putus dan beberapa titik longsor. Pemasangan Bailey dilakukan bertahap hingga 30 Desember.
Seiring percepatan ini, sebagian besar ruas jalan nasional di Aceh telah kembali fungsional. Ruas Banda Aceh–Meureudu dan Lhokseumawe–Langsa bisa dilalui, meski pembersihan sedimen terus dilakukan dan ditargetkan selesai 10 Desember. Ruas Kota Langsa–Kuala Simpang juga hampir pulih dengan target 9 Desember.
Kemudian, ruas Kuala Simpang–Batas Sumatera Utara sudah dapat dilalui seluruh kendaraan. Ruas Simpang Uning–Uwaq–Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren dibuka bertahap dan ditargetkan siap untuk kendaraan roda empat pada 15 Desember. Akses Kutacane–Batas Sumut juga kembali fungsional.
Terakhir, ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya telah terhubung untuk roda dua, sementara perbaikan menuju Jembatan Krueng Beutong ditargetkan selesai 17 Desember. Kementerian PU memastikan seluruh penanganan dilakukan progresif dengan mengutamakan keselamatan dan kecepatan layanan bagi masyarakat. (HRZ)
Baca Juga: Akses ke Takengon Masih Terputus, Pemulihan Terkendala BBM





