Home Berita Akses ke Takengon Masih Terputus, Pemulihan Terkendala BBM

Akses ke Takengon Masih Terputus, Pemulihan Terkendala BBM

Share

JAKARTA, LINTAS — Upaya membuka akses Takengon melalui ruas Geumpang–Pameue hingga Genting Gerbang terus dikejar, tetapi keterbatasan BBM untuk operasional alat berat di lapangan menjadi hambatan terbesar.

“Solar sangat terbatas di Banda Aceh, Geumpang, dan Pameue. Alat berat tidak bisa bekerja optimal,” ujar Chandra Irawan, PPK 3.2 Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Aceh, kepada Lintas, Senin (8/12/2025).

Chandra menjelaskan, wilayah tanggung jawabnya membentang 133 kilometer, mencakup tiga ruas utama, yaitu Geumpang–Pameue (59,6 km), Pameue–Genting Gerbang (53,6 km), dan Genting Gerbang–Simpang Uning Takengon (21 km).

Kerusakan terparah terjadi di Geumpang–Pameue pada STA 35–37 yang berulang kali diterjang longsor dan banjir bandang.

Di ruas Pameue–Genting Gerbang, badan jalan hilang sekitar 1,25 kilometer dan sejumlah lokasi kembali amblas di STA 21. Kondisi ini membuat akses menuju Takengon masih terputus total. Selain itu, tiga jembatan, yakni Jerata, Pelang, dan Titi Merah, juga mengalami kerusakan.

Untuk mempercepat pemulihan konektivitas, rangka jembatan bailey telah dimobilisasi dan per 8 Desember sudah tiba di lokasi. “Target utama kami adalah pembukaan akses terlebih dahulu,” kata Chandra.

Namun, keterbatasan solar membuat pengerahan empat ekskavator dan beberapa dump truck tidak maksimal. Setidaknya dibutuhkan 1.000 liter BBM per hari agar pekerjaan dapat berlangsung stabil.

Chandra telah berkoordinasi dengan Pertamina wilayah Aceh untuk memastikan suplai harian.

Kebutuhan mendesak

Selain BBM, kebutuhan mendesak lainnya adalah tambahan alat berat dan perangkat komunikasi. Satu unit Starlink yang tersedia dianggap tidak memadai karena mobilitas pekerjaan tinggi dan laporan real-time dari operator alat belum terpenuhi.

Meski menghadapi banyak tantangan, sinergi dan koordinasi antarinstansi berjalan baik. Menurut Chandra, Batalyon 854 di Pameue membantu distribusi BBM dan pengamanan lapangan.

Bantuan logistik dan medis juga mulai bergerak setelah dua hari sebelumnya akses bagi tim Basarnas berhasil dibuka.

Chandra berharap bantuan logistik, alat berat tambahan, dan komunikasi yang andal segera terpenuhi agar penanganan darurat dapat berjalan lebih efektif.

“Situasinya berat, tetapi kami terus berupaya mempercepat pemulihan,” ujar Chandra. (HRZ/ROY)

Baca Juga: Pemulihan Bencana di Aceh, Kementerian PU Fokus Buka Akses Jalan dan Jembatan

Oleh:

Share

Foto Pilihan Lainnya