JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsor yang terjadi di area Jembatan Cikaleho pada Ruas Jalan Nasional Batas Kabupaten Majalengka/Ciamis (Cageur) – Batas Kota Ciamis.
Hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu, 23 November 2025 sekitar pukul 22.00 WIB menyebabkan hampir seluruh badan jalan di sekitar jembatan tersebut longsor, tepatnya di KM BDG 133+030, sehingga mengganggu mobilitas warga dan arus logistik.
Sebagai langkah darurat untuk menjaga kelancaran konektivitas, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat menyiapkan pemasangan Jembatan Bailey sepanjang 24 meter.
Pemasangan jembatan sementara ini ditargetkan selesai pada Senin depan, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal sembari menunggu penanganan permanen struktur jembatan dan badan jalan.
“Saat ini tim sedang melakukan persiapan pemasangan Jembatan Bailey. Rangka jembatan mulai dimobilisasi dan proses perakitan segera dimulai. Target kami, dalam satu minggu jembatan sementara ini sudah bisa difungsikan untuk masyarakat,” jelas Kepala BBPJN DKI Jakarta – Jawa Barat, Rina Kumalasari.
Melakukan Monitoring
Kementerian PU memastikan bahwa keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Dengan intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Jawa Barat, tim teknis akan terus melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan untuk mempercepat proses pemasangan.
Untuk mengurangi kepadatan dan memastikan mobilitas tetap berjalan, BBPJN DKI Jakarta – Jawa Barat telah berkoordinasi dengan kepolisian dalam penyiapan tiga jalur alternatif, yakni, alternatif 1: Simpang Buniseuri – Jalatrang – Cipaku, alternatif 2: Kawali – Panjalu – Panumbangan – Ciamis dan alternatif 3: Kawali – Rancah – Cisaga – Ciamis.




“Selain itu, petugas telah memasang rambu peringatan, mengamankan area longsor, serta menyiapkan lahan untuk pemasangan Jembatan Bailey guna memastikan proses penanganan berjalan aman dan terkendali,” tutur Rina.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menekankan pentingnya konektivitas nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pemerataan pembangunan. Hal senada disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, yang menegaskan bahwa akses jalan nasional tidak boleh terputus dalam waktu lama.
“Konektivitas adalah kunci mobilitas warga, distribusi logistik, dan stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, setiap terjadi gangguan seperti longsor, kami harus bergerak cepat memastikan jalur nasional tetap tersambung,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (25/11/2025). (CHI)
Baca Juga: Strategi Efisiensi Alat Berat untuk Bisnis Berkelanjutan, Trakindo Ungkap Solusinya





