JAKARTA, LINTAS – Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) melakukan pekerjaan rekonstruksi perkerasan serta Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) di sejumlah titik Ruas Tol Jagorawi. Kegiatan preservasi jalan tersebut berlangsung mulai 15 hingga 22 Juni 2026 sebagai upaya menjaga kualitas jalan dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan tol.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol sekaligus memastikan kondisi perkerasan tetap optimal di salah satu ruas tol dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia.
Untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas, Jasa Marga bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sistem pengamanan area kerja. Berbagai perangkat keselamatan seperti rambu petunjuk, lampu peringatan pada malam hari, hingga petugas pengatur lalu lintas disiagakan di setiap lokasi pekerjaan.
Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, mengatakan bahwa preservasi rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas layanan di Ruas Tol Jagorawi yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.
“Ruas Tol Jagorawi memiliki karakteristik mobilitas komuter harian yang sangat tinggi dengan pergerakan yang dinamis. Preservasi rutin ini menjadi langkah konkret Jasa Marga dalam Melayani Sepenuh Hati demi memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kenyamanan publik, sekaligus mewujudkan konektivitas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Alvin dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan tetap dapat melintas melalui lajur lain yang tersedia. Namun, lajur yang menjadi objek perbaikan akan ditutup sementara demi menjamin keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.
Adapun pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilakukan di beberapa titik, antara lain lajur bahu luar KM 33+950 hingga KM 33+800 arah Jakarta serta akses keluar (off ramp) Sentul Sirkuit. Selain itu, rekonstruksi juga dilakukan di lajur 1 KM 7+400 hingga KM 7+480 arah Ciawi.
Keselamatan
Sementara pekerjaan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) dilaksanakan di sejumlah titik baik arah Jakarta maupun arah Ciawi. Lokasi pekerjaan meliputi KM 30 hingga KM 31 arah Ciawi serta KM 33 hingga KM 37 arah Jakarta dengan jadwal bertahap hingga 22 Juni 2026.
Jasa Marga memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan waktu perjalanan, menjaga jarak aman, mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan, dan mematuhi seluruh rambu lalu lintas yang terpasang.
Selain itu, pengguna jalan disarankan memastikan saldo kartu elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean di gerbang tol.
“KamI mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi kecepatan berkendara yang aman di zona kerja dan secara aktif memantau rute alternatif melalui aplikasi Travoy,” tambah Alvin.
Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses preservasi berlangsung. Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga dapat diakses melalui Call Center 24 Jam di nomor 133, aplikasi Travoy, situs resmi Jasa Marga, maupun kanal media sosial resmi perusahaan. (CHI)
Baca Juga: DPR Setujui Anggaran Infrastruktur Rp 98,47 Triliun untuk 2027, Fokus Sekolah Rakyat

























