JAKARTA, LINTAS – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengambil langkah agresif untuk menjamin kenyamanan pengguna kendaraan listrik (EV) selama periode krusial Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Ahmad Purwantono, mengungkapkan bahwa perseroan telah mematangkan strategi layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Kesiapan infrastruktur pengisian daya ini menjadi sorotan utama mengingat tren peningkatan penggunaan mobil listrik untuk perjalanan jarak jauh, terutama saat musim liburan. Jasa Marga memastikan bahwa seluruh pengelolaannya di ruas tol utama sudah dilengkapi dengan fasilitas SPKLU yang memadai.
“Kami sekarang sudah memfinalisasi 172 titik SPKLU. Jumlah ini melonjak signifikan dibandingkan periode sebelumnya,” tegas Rivan Ahmad Purwantono di Jakarta, Senin (15/12/2025). Penambahan titik pengisian daya ini menjadi indikasi kuat bahwa Jasa Marga serius mendukung ekosistem kendaraan listrik dan berupaya keras menghilangkan kekhawatiran masyarakat soal ketersediaan stasiun pengisian di jalan tol.
Peningkatan Kapasitas di Setiap Lokasi Istirahat
Jasa Marga tidak hanya menambah jumlah total titik, tetapi juga memperkuat kapasitas di setiap lokasi istirahat (rest area). Rivan menjelaskan bahwa distribusi SPKLU kini jauh lebih merata dan padat.
“Dahulu, satu rest area mungkin hanya memiliki 2 atau 3 unit SPKLU. Kini, kami menjamin hampir setiap rest area sudah dilengkapi sekitar 6 unit,” papar Rivan.
Peningkatan kapasitas hingga dua kali lipat ini diharapkan dapat memecah antrean, sehingga para pemilik EV dapat mengisi daya dengan cepat dan melanjutkan perjalanan tanpa penundaan waktu yang lama. Dengan 6 unit per lokasi, kapasitas tersebut dinilai sudah sangat memadai untuk mengantisipasi tingginya volume pengguna EV selama Operasi Nataru.
Prioritas: Kecepatan dan Titik Strategis
Selain menambah kuantitas, Jasa Marga juga menekankan kualitas layanan dengan mengutamakan teknologi Fast Charging. Kecepatan pengisian menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di rest area.
“Kami memastikan semua unit yang dipasang menggunakan teknologi fast charging. Ini krusial agar kecepatan pengisian optimal,” jelasnya. Rivan menambahkan, Jasa Marga berambisi untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ini, bahkan menargetkan penambahan daya charging yang lebih cepat di tahun mendatang.
Lebih lanjut, Jasa Marga melihat perlunya peningkatan kapasitas yang lebih dari 6 unit di lokasi-lokasi strategis yang selalu dipadati pemudik. Titik-titik ini dipilih berdasarkan kepadatan lalu lintas dan kebutuhan spesifik pengguna.
“Kami berencana meningkatkan kapasitas SPKLU agar bisa melebihi 6 unit, terutama di kilometer-kilometer kunci yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” ungkap Rivan. Ia menyebut contoh rest area penting seperti di KM 57 pada ruas Jakarta-Cikampek dan KM 208 pada ruas Palimanan-Kanci, yang akan menjadi fokus utama penambahan kapasitas pengisian daya. (GIT)





