Home Berita Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II Rampung, Konektivitas Baru untuk Jawa Timur

Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II Rampung, Konektivitas Baru untuk Jawa Timur

Share

JAKARTA, LINTAS – Jawa Timur kembali mendapatkan tambahan infrastruktur strategis dengan rampungnya Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II. Jalan tol sepanjang 11,2 kilometer ini resmi selesai dibangun pada Juli lalu oleh kerja sama operasi (KSO) antara PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Acset Indonusa Tbk (Acset), dan PT Nindya Karya (NK).

Kehadiran tol baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas di kawasan timur Pulau Jawa. Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II menghubungkan Kraksaan dengan Paiton.

Dengan adanya jalur baru ini, perjalanan yang sebelumnya membutuhkan sekitar 30 menit melalui jalan nasional kini dapat ditempuh hanya dalam 10–15 menit. Efisiensi waktu tempuh ini akan berdampak langsung pada kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya, menegaskan bahwa tol ini menjadi bagian penting dari upaya memperlancar arus lalu lintas di Jawa Timur. Selain badan jalan, KSO HKI-Acset-NK juga membangun satu gerbang tol di Paiton yang berfungsi sebagai akses keluar-masuk. Fasilitas pendukung berupa gedung operasional tol turut dibangun untuk menunjang layanan kepada pengguna jalan.

Penerapan Prinsip ESG dalam Proyek Infrastruktur

Pembangunan tol ini tidak hanya berfokus pada aspek konektivitas, tetapi juga mengedepankan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Menurut Aditya, penerapan desain ramah lingkungan menjadi salah satu wujud komitmen tersebut. Gedung operasional tol menggunakan kaca bukaan lebar untuk memaksimalkan pencahayaan alami, sehingga konsumsi listrik dapat ditekan secara signifikan.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global yang menekankan pembangunan berkelanjutan. Infrastruktur modern kini dituntut tidak hanya fungsional, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan sosial. Dengan langkah ini, proyek tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II dapat menjadi contoh penerapan prinsip ESG dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

Aditya menambahkan, salah satu dampak positif dari pembangunan tol ini adalah kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar. Sebanyak 75 persen tenaga kerja dalam proyek ini berasal dari warga lokal. Artinya, kehadiran proyek tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang berupa konektivitas, tetapi juga membuka kesempatan kerja langsung selama proses konstruksi berlangsung.

“Ketika jalan tol ini resmi beroperasi, manfaatnya diperkirakan semakin luas. Konektivitas baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujarnya.

Selain itu, sambung Aditya, dengan akses transportasi yang lebih cepat, kawasan wisata di sekitar Banyuwangi maupun Probolinggo dapat lebih mudah dijangkau wisatawan. Selain itu, distribusi produk lokal akan semakin efisien, sehingga berpotensi meningkatkan daya saing UMKM.

Baca Juga: Hutama Karya Garap Rehabilitasi Irigasi, Targetkan Perbaikan 76 Km Saluran untuk Swasembada Pangan

Rampungnya proyek tol ini juga mempertegas komitmen KSO HKI-Acset-NK untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Infrastruktur jalan tol ini selaras dengan Asta Cita Presiden nomor 3, yang menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja berkualitas, dorongan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan. (GIT)

Share