JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat sistem irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan ialah pengelolaan sampah di saluran irigasi, terutama di Daerah Irigasi (DI) Rentang dan Kamun di wilayah Majalengka, Indramayu, dan Cirebon.
Dikutip dari rilis pers Kementerian PU, Kamis (3/7/2025), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya fungsi bendung dan saluran irigasi yang berkelanjutan. Distribusi air harus efisien dan merata.
Penumpukan sampah di saluran irigasi menjadi tantangan utama. Sampah bisa menghambat aliran air dan menyebabkan banjir. Untuk itu, petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Cimanuk-Cisanggarung secara rutin mengangkut dan mengolah sampah di kawasan Bendung Rentang.


Sampah dipilah dan didaur ulang dengan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) lalu dijadikan kompos. Kemudian sampah plastik diolah menjadi briket dan produk daur ulang.
Manajemen Irigasi
Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro menyebutkan pengolahan sampah bisa mencapai 500 kilogram per hari. Hasilnya, sekitar 400 kilogram cacahan kering. “Distribusi air jadi lebih lancar, dan produktivitas pertanian bisa meningkat,” ujarnya.
Selain pengolahan sampah, BBWS juga memodernisasi DI Rentang. Pembaruan mencakup prasarana, manajemen irigasi, lembaga pengelola, hingga sumber daya manusia.

Modernisasi ini ditargetkan meningkatkan produktivitas padi dari 5,6 ton per hektar menjadi 6,5 ton per hektar. Luas tanam juga ditargetkan naik dari 43.229 hektar menjadi 86.423 hektar. Indeks pertanaman diproyeksikan melonjak dari 120 persen menjadi 230 persen. (HRZ)































