Home Berita Jembatan Pandansimo Buka Akses Ekonomi Selatan DIY

Jembatan Pandansimo Buka Akses Ekonomi Selatan DIY

Share

JAKARTA, LINTAS — Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta ditargetkan beroperasi September 2025. Infrastruktur ini akan menghubungkan ruas Jalan Congot–Ngremang di Kabupaten Kulon Progo dengan Pandansimo–Samas di Kabupaten Bantul.

Pembangunan jembatan sepanjang 2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter ini menelan biaya Rp 863,7 miliar dari APBN. Konstruksi meliputi oprit, slab on pile, dan jembatan utama. Masa pelaksanaan proyek berlangsung 579 hari kalender.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, keberadaan jembatan akan memangkas waktu tempuh dan menekan biaya operasional kendaraan. Sekaligus membuka akses ke pusat produksi pertanian, perikanan, serta destinasi wisata.

“Dengan selesainya Jembatan Pandansimo, waktu tempuh antarwilayah akan jauh berkurang. Biaya operasional lebih efisien dan akses ekonomi semakin terbuka,” ujarnya, Jumat (8/8/2025), dikutip dari rilis pers Kementerian PU, Sabtu (9/8/2025).

Kurangi Kesenjangan

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY Moch Iqbal Tamher menambahkan, jembatan ini bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) DIY. Panjanngnya 110 km. Jalur ini diharapkan mengurangi kesenjangan pembangunan antara pesisir utara dan selatan Jawa.

Berdasarkan studi kelayakan 2017, JJLS mampu menekan biaya operasional kendaraan 13,11 persen atau Rp 1,4 triliun per tahun. Ini menghemat waktu tempuh 20 menit dan menaikkan nilai produksi komoditas sebesar 18,6 persen atau Rp 7,7 miliar per tahun.

Selain itu, jembatan akan membuka akses ke 2.164,10 hektar lahan pertanian di Kecamatan Galur dengan tambahan produksi 9.143,2 kuintal sayur dan buah per tahun. Produksi perikanan di Kecamatan Srandakan juga diperkirakan naik 13,3 ton per tahun.

Dari sisi teknis, konstruksi menggunakan teknologi corrugated steel plate (CSP), lead rubber bearing (LRB) untuk peredam gempa, mechanically stabilized earth wall (MSE Wall), dan mortar busa untuk mengurangi beban struktur. Desain jembatan mengadopsi motif batik nitik dan bentuk gunungan pada gapura serta lampu jalan.

Saat ini, jembatan masih menjalani Audit Keselamatan Jalan. “Jembatan Pandansimo bukan hanya penghubung, tetapi simbol pemerataan pembangunan di selatan DIY,” kata Dody. (HRZ)

Baca Juga: Bisa Nikmati Panorama Indah, Pemudik Didorong Pulang lewat Jalur Pansela

Share