JAKARTA, LINTAS – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah (IJD).
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa prioritas utama dari program ini adalah pembangunan jalan ketahanan pangan. Hingga 15 Juli 2025, kementerian telah menerima 2.995 usulan proyek dari 515 pemerintah daerah.
“Total nilai IJD tahun ini kemungkinan sekitar Rp4 triliun,” ujar Dody dalam konferensi pers, Jumat (16/7/2025).
Saat ini, seluruh usulan tengah diverifikasi untuk diseleksi ke dalam daftar prioritas berdasarkan tiga aspek: nilai manfaat ekonomi, dukungan terhadap swasembada pangan, dan konektivitas wilayah.
Kementerian PU menargetkan pengerjaan fisik proyek IJD dapat dimulai pada kuartal III 2025.
“Meski ini program baru, kami ingin agar infrastruktur ini segera dimulai supaya perekonomian daerah bisa tumbuh lebih cepat,” jelas Dody.
Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Strategi KUR Perumahan RI ke Menkeu Australia di Forum G20
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan akan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Inpres ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, konektivitas jalan daerah sangat penting tidak hanya untuk kelancaran distribusi pangan dan energi, tetapi juga dalam meningkatkan daya saing wilayah, mendukung kota-kota tematik, dan mendorong pengembangan sektor industri, pariwisata, serta pemerintahan daerah.
Dody menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah demi terwujudnya infrastruktur yang andal dan menyeluruh. (GIT)

























