Home Berita Proyek Jembatan Kemang Pratama Bekasi Capai 90 Persen, Ditargetkan Lebih Cepat Selesai

Proyek Jembatan Kemang Pratama Bekasi Capai 90 Persen, Ditargetkan Lebih Cepat Selesai

Share

JAKARTA, LINTAS – Progres pembangunan Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi kini telah menembus 90 persen. Proyek penggantian jembatan strategis ini ditargetkan rampung lebih cepat pada Juni 2026, atau empat bulan lebih cepat dari target kontrak Oktober 2026, guna mempercepat pemulihan konektivitas kawasan Bekasi dan sekitarnya.

Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Jawa Barat melalui PPK 1.4 terus memperkuat program preservasi jalan nasional serta pembangunan infrastruktur strategis sepanjang 2026 untuk menjaga kemantapan jalan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN Wilayah I Jawa Barat, Yudi Harto Suseno, dalam keterangan yang dikutip Senin (18/5/2026) menjelaskan pihaknya saat ini menangani preservasi ruas Jalan Sultan Agung hingga batas Kabupaten Karawang sepanjang sekitar 42 kilometer yang mencakup penanganan jalan dan jembatan.

Selain itu, melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), sejumlah proyek strategis turut dikerjakan, yakni perbaikan Jalan Palumbonsari – Johar – Tegalloa Loji Segmen 1 dan Segmen 2, penggantian Jembatan Kemang Pratama, serta program padat karya tunai yang melibatkan masyarakat setempat.

Logistik Nasional

Menurut Yudi, jalur Pantura yang masuk wilayah kerja PPK 1.4 merupakan koridor logistik nasional dengan mobilitas kendaraan sangat tinggi sepanjang 24 jam. Karena itu, pemantauan kondisi jalan dilakukan secara rutin setiap hari.

“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah memberdayakan penilik jalan untuk melakukan survei rutin terhadap kondisi jalan, bahu jalan, dan saluran drainase. Drainase yang baik penting untuk menjaga umur layanan jalan tetap optimal,” ujarnya dikutip dari web BBPJN DKI Jakarta Jabar.

PPK 1.4 juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian dalam pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Fokus Preservasi Jalan dan Jembatan

Dalam program preservasi 2026, pekerjaan difokuskan pada rekonstruksi jalan, rehabilitasi jembatan, serta kegiatan swakelola melalui padat karya. Salah satu pekerjaan utama adalah rekonstruksi jalan sepanjang 360 meter di ruas Jalan Sultan Agung dan Jalan Sudirman di Bekasi.

Sementara melalui Program IJD, terdapat tiga kegiatan utama:

  • Palumbonsari – Johar – Tegalloa Loji Segmen 2 sepanjang ±2,15 km, target selesai Mei 2026
  • Palumbonsari – Johar – Tegalloa Loji Segmen 1 sepanjang ±3 km, target selesai Oktober 2026
  • Penggantian Jembatan Kemang Pratama, target selesai Juni 2026

Menurut Yudi, penanganan Jalan Palumbonsari diarahkan untuk memperlancar konektivitas Karawang–Bogor sehingga distribusi logistik dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.

“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, biaya operasional kendaraan dapat ditekan, distribusi logistik lebih lancar, dan konektivitas antarwilayah semakin meningkat,” tuturnya.

Penghubung Strategis Tol Bekasi Barat–Jatiasih

Penggantian Jembatan Kemang Pratama menjadi proyek prioritas karena berfungsi sebagai penghubung strategis antara Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih. Proyek ini dilakukan setelah abutmen jembatan lama rusak akibat derasnya aliran air kiriman dari wilayah Bogor saat curah hujan tinggi.

Pembangunan jembatan baru menggunakan teknologi steel box girder sepanjang 78 meter dengan metode pengangkatan girder menggunakan crane berkapasitas hingga 400 ton. Bobot girder yang mencapai sekitar 320 ton menuntut perhitungan teknis matang dan kehati-hatian tinggi dalam pelaksanaan konstruksi.

Saat ini pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian timbunan dan perkerasan jalan pada sisi pendekat jembatan.

Baca Juga: Penumpang Melonjak, Kapal Ferry Jadi Primadona Saat Libur Panjang 14-17 Mei

“Kami komitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya, serta tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan kerja agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat,” ujar Yudi. (CHI)

Oleh:

Share