Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
19 July 2024
Home Berita Hutama Karya Pastikan Pemeliharaan Rutin Jalan Tol Trans Sumatera Selesai Sebelum Arus Mudik 2024

Hutama Karya Pastikan Pemeliharaan Rutin Jalan Tol Trans Sumatera Selesai Sebelum Arus Mudik 2024

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya memastikan kesiapan dalam menyambut dan melayani pemudik Lebaran 2024 di jalan tol yang dikelola, khususnya Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) dan Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) dengan melakukan pemeliharaan rutin di sejumlah titik.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa pemeliharaan ini terus dikebut agar segera selesai tepat waktu sebelum dimulainya momen Mudik Lebaran.

“Metode yang digunakan adalah metode beton rigid di Tol Terpeka dengan progres pengerjaan mencapai 52 persen dan target rampung akhir Maret ini, sedangkan di Tol Permai sendiri berbagai pemeliharaan major telah tuntas lebih awal dengan progres 100 persen,” kata Tjahjo, dari web Hutama Karya, Rabu (20/3/2024).

Ia menjelaskan bahwa pemilihan metode pemeliharaan dengan beton rigid ataupun dengan flexible pavement disesuaikan terhadap perkerasan existing dari jalan tol, sehingga pengguna jalan tol dapat merasakan kualitas jalan tol yang semakin nyaman.

Jalan Tol Trans Sumatera. | Dok. Hutama Karya
Jalan Tol Trans Sumatera. | Dok. Hutama Karya

“Kami pastikan perjalanan pemudik aman dan nyaman saat melintasi JTTS dengan seluruh pemeliharaan yang telah dilakukan oleh HK Group, sehingga akan menghadirkan pengalaman mudik yang berkesan,” tutur Tjahjo.

Sementara itu, dalam pengerjaan pemeliharaan pada kedua jalan tol tersebut, PT Hakaaston (HKA) selaku Jasa Layanan Operasi (JLO) menggunakan sebanyak 7.900 ton material beton aspal atau hotmix dengan kualitas terbaik.

Di mana pengerjaan ini diawali dengan rekonstruksi dan rekondisi jalan tol yang dilakukan sejak awal bulan Januari 2024 dengan seluruh pekerjaan menciptakan kondisi zero pothole atau tanpa lubang.

Menurut Tjahyo, sebelum dipilih material dan metode pemeliharaannya, pihaknya melakukan penilaian kondisi perkerasan jalan dan identifikasi jenis kerusakan yang terjadi terlebih dahulu.

Hal itu dilakukan dengan menggunakan metode Surface Distress Index yaitu metode perkerasan berdasarkan skala kinerja jalan yang diperoleh dari hasil pengamatan secara visual terhadap kondisi jalan yang berada di lapangan sehingga dapat lebih terukur sesuai dengan standar yang berlaku.

Sebagai informasi, titik lokasi pemeliharaan di Tol Terpeka terdapat pada KM 147 – KM 190. Sehingga selama masa pemeliharaan, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan tol untuk dapat memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang sejak 1 kilometer sebelum titik lokasi pemeliharaan dan berhati-hati saat melintas.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama masa pemeliharaan jalan tol tersebut dan agar pengguna jalan berhati-hati serta selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” ujar Tjahjo. (CHI)

Baca Juga: Jalan Tol Trans-Sumatera: Menyambungkan Nusantara, Menghubungkan Kemajuan

Oleh:
,

Share

Leave a Comment

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.