Home Profil Fadillah, SE: Kaum Perempuan Memiliki Kesempatan Menduduki Jabatan Strategis di PUPR

Fadillah, SE: Kaum Perempuan Memiliki Kesempatan Menduduki Jabatan Strategis di PUPR

Share

Di era keterbukaan kaum perempuan dalam meniti karier, menegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki untuk bekerja dan menduduki jabatan strategis di Kementerian PUPR.

Pagi yang cerah di kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung (Babel) kami diterima untuk melakukan wawancara bersama Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) Fadillah, SE, Selasa (12/7/2022). Perjalanan karier Fadillah dimulai sejak tahun 2002 atas dasar masukan dari pamannya yang kebetulan sudah bekerja lebih dulu di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang mendorong Fadillah untuk menjadi pegawai di Kementerian PUPR.

“Sebetulnya waktu itu saya sudah bekerja di perusahaan swasta dengan penghasilan yang lumayan, tetapi paman saya meminta saya untuk ikut bekerja di Kementerian PUPR hingga sekarang,” ujar Fadillah.

Awal bekerja sebagai pegawai di Kementerian PUPR pada tahun 2002-2006 menjadi tenaga honorer staf keuangan di Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Bangka Belitung; tahun 2007-2008 status sudah Pegawai Negeri Sipil menjadi staf keuangan di Satuan Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Babel; tahun 2009-2010 menjadi bendahara di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Babel; tahun 2011-2016 menjadi PPSPM di SNVT Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Babel.

Tahun 2017 menjadi bendahara di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional I Provinsi Babel; tahun 2018-2019 menjadi PPSPM di Satker PJN II Provinsi Babel; tahun 2020-Mei 2022 menjadi bendahara di Satker PJN II Provinsi Babel, hingga tahun 2022 tepatnya pada bulan Mei 2022 Fadillah didapuk menjadi PPSPM di PJN Wilayah I Provinsi Babel.

Sebagai PPSPM, Fadillah bisa dikatakan seorang pegawai yang cukup terbuka walaupun dirinya adalah seseorang yang mewiliki kewenangan untuk melakukan pengujian atas permintaan pembayaran dan penerbitan perintah pembayaran, seperti bertanggungjawab atas kebenaran, kelengkapan, dan keabsahan adiministrasi terhadap dokumen hak tagih pembayaran yang menjadi dasar penerbitan surat perintah membayar (SPM) dan akibat yang timbul dari pengujian yang dilakukannya serta ketetapan jangka waktu penerbitan dan penyampaian SPM kepada kuasa bendahara umum negara (KPPN), yang membutuhkan ketelitian agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Berlatar belakang pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Muhammadiyah Palembang, bagi Fadillah, tentunya bukan hal yang sulit untuk melakukan pekerjaan tersebut. Namun, saat ini dengan perubahan peraturan di bidang keuangan yang menerapkan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) dan harmonisasi perpajakan, serta banyaknya proyek yang masuk dan sedang dikerjakan di BPJN Babel dibutuhkan effort lebih.

Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar, Fadillah, SE

“Saat ini saya menangani beberapa proyek yang memerlukan perhatian yang lebih ekstra karena ada beberapa paket yang dalam satu kontrak terdiri dari beberapa output, yang harus kami selaraskan dengan peraturan keuangan dalam hal ini SAKTI, terutama terkait penanganan long segment yang sedang ditangani oleh Pejabat Pembuat Komit (PPK) 1.2 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bangka Belitung, yaitu paket preservasi jalan dan jembatan Tanjung Kelian-Ibul- Kelapa-Batas Kabupaten (Bangka/Bangka Barat)-Puding Gebak-Puding Besar-Batas Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Peran Perempuan

Sosok perempuan Indonesia dewasa ini memiliki banyak kesempatan untuk bekerja setara dengan kaum lakilaki sudah mulai membuahkan hasil walaupun dibandingkan dengan negara di dunia peringkat Indonesia masih di posisi yang rendah dikutip dari indeks kesetaraan gender yang dirilis Badan Program Pengembangan PBB (UNDP), Indonesia berada pada peringkat 103 dari 162 negara, atau terendah ketiga se-ASEAN. Namun, saat ini kesetaraan gender di Indonesia sudah mulai menunjukan perubahan dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.

Sebagai pengagum sosok Najwa Shihab, Fadillah mengatakan, perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki untuk bersaing secara sehat, tanpa melupakan kodrat atau jati dirinya sebagai serorang perempuan. “Apalagi budaya di Indonesia masih menganut budaya patriarki di mana kaum perempuan masih diposisikan sebagai bagian dari kaum laki-laki, seperti melakukan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak. Sama halnya kesetaraan gender di Kementerian PUPR para perempuan yang mempunyai potensi dan kemampuan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu di Kementerian PUPR,” lanjutnya.

Membagi Waktu

Bekerja di Kementerian PUPR di tengah padatnya tugas dan pekerjaan tidak membuat Fadillah melepaskan perhatiannya kepada putri semata wayangnya yang masih duduk di sekolah dasar pesantren. “Sekarang ini putri saya duduk di bangku kelas lima, saya memberikan pilihan kepadanya untuk bisa bertanggung jawab dengan pilihan yang diambilnya.

Selepas bekerja biasanya saya bisa meluangkan waktu mulai dari sore sampai malam untuk sekadar ngobrol mendiskusikan apa yang dia mau, ” ujarnya. Lain halnya ketika Fadillah masih berada jauh di Belitung. Biasanya dengan kondisi tersebut Fadillah baru bisa meluangkan waktu dan bertemu paling dua minggu sekali di akhir pekan atau punya waktu satu kali 24 jam. “Dengan keadaan itu saya harus banyak berpikir bagaimana bisa memaksimalkan dan meluangkan waktu supaya tetap berkualitas, “ lanjut Fadillah.

Di tengah padatnya bekerja dan membagi waktu bersama keluarga, Fadillah tak lupa untuk tetap menjaga kondisi dengan mengatur pola hidup sehat, menjaga pola makan, dan berolahraga, seperti jogging dan senam. Saat hari libur dirinya tak jarang mengajak keluarga untuk jogging bersama. “Selain jogging, sesekali saya meluangkan waktu untuk berkumpul bersama rekanrekan di kantor bermain Gateball, yang kebetulan berada tak jauh dari ruangan saya, “ ungkapnya.

Fadillah menegaskan, bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama di era keterbukaan sekarang ini yang memberikan peluang bagi kaum perempuan bisa meningkatkan potensi dalam meniti karier dan menunjukan kualitas perempuan setara dengan kaum laki-laki.
“Pesan saya untuk perempuan Indonesia tunjukkanlah, bahwa kaum perempuan mempunyai kualitas untuk mampu bersaing dan harus berani menunjukkan potensi di dalam bekerja,” tutup Fadillah.

Baca Juga: Rina Windarti, ST, MT: Peran Perempuan dalam Pembangunan Infrastruktur di Kementerian PUPR

Share