Jakarta, Lintas — Kecelakaan kereta api dengan alat transportasi lainnya kembali terjadi. Kali ini, Kereta Api Gajayana relasi Gambir–Malang bertabrakan dengan truk pengangkut tebu di pelintasan sebidang antara Stasiun Baron–Kertosono.
Berdasarkan keterangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kecelakaan berlangsung Senin (24/7/2023) pukul 04.15 WIB.
“Hal tersebut menyebabkan kerusakan sarana lokomotif serta terhalangnya jalur hulu dan hilir pada petak jalan Baron–Kertosono yang akan mengakibatkan keterlambatan beberapa kereta api,” tulis keterangan tersebut.
Namun, petugas dari KAI langsung bergerak cepat untuk segera melakukan proses evakuasi.
Kemudian, jalur sudah dibenahi, dan pukul 05.46 WIB Kereta Gajayana sudah bisa diberangkatkan kembali.
“Jalur tersebut sudah normal, kereta api yang sempat tertahan dapat kembali melalui jalur tersebut,” bunyi keterangan tersebut.
2 Kecelakaan Sebelumnya
Adapun insiden di Nganjuk menunjukkan dalam tujuh hari terakhir terjadi tiga kecelakaan kereta api dengan kendaraan lain.
Pertama, pada Selasa (18/7/2023) pukul 15.10 WIB, Kereta Api Kuala Stabas dari Stasiun Blambangan Pagar ke arah Bandar Lampung bertabrakan dengan truk yang membawa tebu di pelintasan tanpa palang pintu.
Meski truk sempat terseret 100 meter, tapi tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Insiden kedua, terjadi pada malam harinya. Ketika Kereta Api Brantas relasi Pasar Senen–Blitar mengalami kecelakaan dengan menabrak truk trailer di jalur Jerakah–Semarang Poncol.
Baca juga: Kereta Tabrak Truk Tronton, Jalur Jerakah-Semarang Poncol Terganggu
Insiden itu banyak terekam oleh warga dan viral di media sosial. Sebab, truk trailer yang tertabrak kemudian meledak.
Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski begitu jalur belum bisa beroperasi optimal saat ini.
Lalu, kecelakaan terakhir terjadi pada Kereta Api Gajayana hari ini. (TNO)
Baca Juga: Kenapa Kereta Api Tak Bisa Berhenti Mendadak? Ini Penjelasan KAI

























