Home Berita Cegah Banjir Rob di Jakarta Utara, Brantas Abipraya Bangun Tanggul NCICD

Cegah Banjir Rob di Jakarta Utara, Brantas Abipraya Bangun Tanggul NCICD

Share

JAKARTA, LINTAS – Ancaman banjir rob yang semakin meningkat akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut di Jakarta kini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Salah satu langkah nyata datang dari PT Brantas Abipraya (Persero), yang tengah menggarap pembangunan tanggul pengamanan pantai sebagai bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di wilayah Ancol, Jakarta Utara.

Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita, program pembangunan nasional berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah. Lewat pembangunan tanggul sepanjang total 2,6 kilometer di dua lokasi strategis, 1,2 km di Ancol dan 1,4 km di Muara Angke—Brantas Abipraya mengambil peran penting dalam mitigasi bencana banjir rob yang sering melanda kawasan pesisir ibu kota.

“Pembangunan ini merupakan salah satu bentuk perlindungan dari ancaman banjir rob yang meningkat akibat penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut,” jelas Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Tanggul NCICD ini tak hanya dibangun sebagai penghalang air laut, namun juga menjadi infrastruktur multifungsi. Proyek yang dimulai pada awal 2024 dan ditargetkan rampung akhir 2025 ini menggunakan material spun pile berdiameter 1.200 mm dengan kedalaman 24 meter, memastikan daya tahan terhadap tekanan laut jangka panjang.

Selain berfungsi sebagai perlindungan dari banjir, tanggul ini juga menjadi batas pengembangan daratan, memberi ruang bagi ekspansi wilayah pesisir Jakarta secara terkontrol dan aman.

Dilengkapi Sistem Drainase Modern

Tak hanya tanggul, proyek ini juga dilengkapi sistem drainase modern, termasuk U-Ditch dan pipa, guna memastikan air hujan dan limpasan dapat dialirkan dengan lancar, mencegah genangan di area padat penduduk sekitar tanggul.

“Kami membangun tanggul dengan lebar 6 meter, dilengkapi sistem drainase untuk mengalirkan air secara efisien,” kata Dian. Ia menambahkan bahwa Brantas Abipraya menjaga kualitas dan keamanan proyek dengan standar tinggi, serta berkomitmen mencapai hasil maksimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.

Dian menegaskan bahwa proyek NCICD ini bukan hanya solusi jangka pendek terhadap banjir rob, tapi juga bagian dari langkah jangka panjang dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya.

“Kami memastikan proyek ini berjalan tepat waktu, tuntas dengan konstruksi unggul, dan tepat biaya, dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja untuk mencapai Zero Accident,” ujarnya.

Baca Juga: Diskon Tarif Tol Juni–Juli 2025 Segera Dibahas, Investor Jalan Tol Waspadai Potensi Rugi

Selain aspek teknis dan lingkungan, Brantas Abipraya juga menyoroti manfaat sosial dari pembangunan tanggul ini. Masyarakat pesisir Jakarta, yang selama ini rentan terdampak banjir rob, akan mendapatkan perlindungan lebih baik. Harapannya, infrastruktur ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan ekonomi warga.

Sebagai BUMN konstruksi yang memiliki rekam jejak panjang, Brantas Abipraya terus memperkuat posisinya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional. Proyek NCICD ini menjadi salah satu bentuk nyata dari peran aktif perusahaan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan upaya nasional menghadapi tantangan iklim.

Dengan dukungan berbagai pihak dan implementasi teknologi konstruksi terbaru, pembangunan tanggul NCICD oleh Brantas Abipraya menjadi langkah konkret menuju Jakarta yang lebih tangguh dan siap menghadapi perubahan zaman—khususnya dalam menjaga pesisir dari dampak perubahan iklim ekstrem. (GIT)

Share