JAKARTA, LINTAS — PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Proyek strategis nasional ini menjadi bagian dari program Asta Cita pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menegaskan percepatan proyek ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang kokoh sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi. Hingga 15 September 2025, progres fisik Bendungan Bulango Ulu sudah mencapai 89,23 persen, mendekati target penyelesaian pada akhir tahun.
“Percepatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam membangun infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Dian Sovana di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Bendungan Bulango Ulu dirancang dengan kapasitas tampung 140,95 juta meter kubik dan volume efektif 58,61 juta meter kubik. Infrastruktur ini akan memasok air bagi tiga daerah irigasi, yakni DI Alale, DI Lomaya, dan DI Pilohayanga.
Selain itu, bendungan berfungsi sebagai pengendali banjir di area seluas 629 hektar, penyedia air baku sebesar 2,2 meter kubik per detik, serta berpotensi menghasilkan listrik tenaga air hingga 4,96 Megawatt. Tak hanya itu, bendungan ini juga berpeluang menjadi destinasi wisata baru sekaligus sarana olahraga air di Gorontalo.
Memperkuat sistem irigasi
Keberadaan bendungan diproyeksikan memperkuat sistem irigasi untuk lebih dari 4.950 hektare lahan pertanian, menyediakan pasokan air bagi kebutuhan rumah tangga dan industri, mengurangi risiko banjir Sungai Bolango hingga 80 persen, serta menambah suplai energi bersih dari mikrohidro.
Dari sisi teknis, bendungan ini menggunakan teknologi urugan batu berinti tegak dengan genangan seluas 614,72 hektar. Proyek ini juga dilengkapi spillway, terowongan pengelak, dan fasilitas hidromekanikal sesuai standar tinggi.
Inovasi konstruksi yang diterapkan bahkan mencatatkan rekor MURI sebagai terowongan spillway tipe Free Over Flow Elevated dengan kemiringan tertinggi dan terlebar di Indonesia.
Brantas Abipraya memastikan pembangunan berjalan adil, transparan, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Komitmen ini sejalan dengan keberhasilan perusahaan meraih penghargaan Good Corporate Governance (GCG). “Penghargaan GCG menjadi dorongan bagi Brantas Abipraya untuk menjaga tata kelola yang baik. Percepatan Bendungan Bulango Ulu kami jalankan dengan integritas, keberlanjutan, dan manfaat nyata bagi ketahanan air serta pangan nasional,” tutup Dian Sovana. (GIT)
































