Home Berita Berkat IJD, Kami Mudah Menjual Hasil Pertanian

Berkat IJD, Kami Mudah Menjual Hasil Pertanian

Share

NIAS, LINTAS – Program pembangunan jalan yang dilaksanakan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo memberikan dampak positif bagi sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan tujuan mempermudah akses antarwilayah dan mempercepat waktu tempuh.

Di Kepulauan Nias, khususnya di kawasan Sirombu, pembangunan jalan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Penduduk setempat merasakan manfaat berupa kemudahan dalam mendistribusikan hasil bumi, seperti kelapa, pisang, karet, dan produk pertanian lainnya. Waktu perjalanan yang lebih singkat juga membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti membeli beras di daerah kota atau kabupaten.

Gratianus Gulό, seorang petani karet dan sawah dari Sirombu, mengungkapkan bahwa sebelum pembangunan jalan dan jembatan di ruas Sirombu–Afulu, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil pertanian mereka.

“Dulu, kami terkunci secara ekonomi, ke mana-mana susah. Untuk ke Kota Sirombu, kami harus memutar melalui Mandrehe. Sekarang, dengan adanya jalan ini, kami lebih mudah ke Kota Sirombu, baik untuk membeli kebutuhan sehari-hari maupun membawa hasil pertanian kami,” ujar Gratianus kepada Lintas, Rabu (18/9/2024).

Gratianus Gulὄ, petani karet dan sawah, warga Sirombu, Nias Barat. Lintas/Mestika Hulu

Gratianus juga menjelaskan, sebelum pembangunan IJD, dulunya kawasan ini merupakan hutan tidak terjamah, tidak ada orang yang tinggal di kawasan ini.

“Selain itu, dulunya tidak ada orang di kawasan ini karena merupakan hutan. Tidak ada orang yang tertarik untuk tinggal di sini karena tidak ada apa-apa, tidak ada siapa-siapa.  Sekarang dengan terbukanya jalan ini, orang dari Selatan, orang dari Utara bisa berkumpul bersama membicarakan hal-hal yang diperlukan. Jadi, kami senang dan sangat mendukung pembangunan jalan ini,” ujar Gratianus.

Gratianus menerangkan, orang-orang mulai berdatangan di sekitar lokasi pembangunan setelah pembersihan pertama dan menjadi lebih banyak setelah pembersihan kedua kali. Orang dari perkampungan datang dan kemudian membuka warung yang sekaligus dijadikan tempat tinggal dengan luas 4×4 meter persegi, di sekitar kawasan pembangunan.

Selanjutnya, Gratianus menjelaskan bagaimana pembangunan jalan memudahkan warga mendistribusikan hasil pertanian mereka.

“Sebagai petani, dulu kami kesulitan membawa hasil pertanian kami untuk dijual. Sekarang, dengan adanya jalan ini, kami menjadi lebih mudah. Meskipun lokasinya jauh, kami tinggal menelepon agar hasil pertanian kami dijemput di lokasi. Jadi, kami berterima kasih kepada Pemerintah karena telah memberikan (membangun) jalan ini. Kami berharap, ke depannya, pembangunan akan terus berlanjut karena ini sangat membantu kami,” kata Gratinus.

Salah satu warung di kawasan pembangunan Jalan dan Jembatan Sirombu–Afulu, Nias Barat. Lintas/Mestika Hulu

Hal senada disampaikan oleh pemilik warung, pembangunan jalan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat. Sebelum pembangunan jalan, kawasan ini tidak bisa dilalui, tidak berpenghuni, apalagi aktivitas perekonomian, tidak ada. Setelah pembangunan jalan, warung mulai ada di sekitar kawasan pembangunan jalan dan orang-orang mulai berdatangan.

“Kami senang dengan pembangunan jalan ini. Sekarang kawasan ini terbuka dan orang-orang mulai berdatangan. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas pembangunan jalan ini. Kami mendukung dan berharap pembangunan jalan ini dilanjutkan,” kata Sani.

Karena dampaknya yang langsung dirasakan oleh warga, maka warga pun berharap agar program pembangunan jalan daerah ini akan terus dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya, sekalipun nama programnya mungkin akan berbeda. (MSH)

Baca Juga: Paket IJD Satker PJN 2 Dukung Akses Jalan Menuju Lokasi Wisata

Share