Home Fitur Bendungan Kamijoro, Perpaduan Infrastruktur dan Wisata Alam di Yogyakarta

Bendungan Kamijoro, Perpaduan Infrastruktur dan Wisata Alam di Yogyakarta

Share

Bendungan Kamijoro, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengairan, tetapi juga telah berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2019, bendungan ini memiliki peran penting dalam mendukung irigasi pertanian dan penyediaan air baku, sekaligus menawarkan keindahan alam yang memukau.

Bendungan Kamijoro dibangun untuk mengairi lahan pertanian seluas sekitar 2.370 hektar di Kabupaten Bantul dan sekitarnya, serta menyediakan pasokan air baku sebesar 25 liter per detik untuk Kabupaten Bantul dan 475 liter per detik untuk Bandara Internasional Yogyakarta dan kawasan industri Sentolo di Kabupaten Kulon Progo. Dengan demikian, bendungan ini memainkan peran vital dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi regional. (Sumber: www.jatimnetwork.com)

Daya Tarik Wisata

Selain fungsi utamanya, Bendungan Kamijoro menawarkan berbagai fasilitas wisata yang menarik. Salah satu ikon utamanya adalah jembatan sepanjang 161 meter dengan lebar 3 meter yang menghubungkan Bantul dan Kulon Progo. Jembatan ini dirancang menyerupai Jembatan Ampera di Palembang, lengkap dengan tiang-tiang tinggi dan hiasan tali baja, menjadikannya spot foto yang instagramable.

Di sisi barat bendungan, terdapat taman seluas 40.000 meter persegi yang dilengkapi dengan plaza terbuka, tribun duduk, dan area bermain anak-anak. Taman ini juga ditanami sekitar 300 pohon buah-buahan seperti jambu air, jambu kristal, sawo, kelengkeng, rambutan, dan mangga, menciptakan suasana yang asri dan edukatif bagi pengunjung. (Sumber: Yogyakarta Tourism)

Taman Bendung Kamijoro. | Foto: Mas Neo

Aksesibilitas dan Fasilitas

Bendungan Kamijoro dapat diakses dengan mudah dari pusat Kota Yogyakarta, dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer atau sekitar 30 menit berkendara. Fasilitas umum seperti toilet, mushola, area parkir, dan warung makan tersedia untuk kenyamanan pengunjung. Menariknya, tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi bendungan ini; pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. (Sumber: Yogyakarta Tourism). (MAS)

Baca Juga: Evolusi Transportasi di Cina: Dari Sepeda ke Transportasi Super Cepat

Share