JAKARTA, LINTAS – PT Brantas Abipraya (Persero) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari dukungan penguatan infrastruktur pendidikan nasional. Proyek ini ditargetkan rampung tepat waktu agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026.
Sebagai BUMN konstruksi, perusahaan memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Percepatan pekerjaan saat ini dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Minahasa di Sulawesi Utara serta dua wilayah di Kalimantan Selatan yakni Banjarbaru dan Barito Kuala.
Progres Lebih Cepat dari Target
Hingga awal Mei 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Minahasa telah mencapai 37,51 persen. Capaian tersebut meliputi pekerjaan struktur utama, baja struktur, baja ringan, serta pekerjaan kawasan. Realisasi terhadap kurva rencana (S-Curve) menunjukkan deviasi positif sebesar 2,36 persen, menandakan pelaksanaan proyek lebih cepat dari target.
Sementara itu, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru dan Barito Kuala telah mencapai 52,49 persen, juga dengan deviasi positif dari rencana awal.
Komisaris Independen Brantas Abipraya, Isra D. Pramulya, mengatakan percepatan proyek tetap diimbangi pengendalian kualitas.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini kami pastikan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujarnya saat meninjau proyek di Kalimantan.
Tantangan Cuaca dan Logistik
Di tengah progres tersebut, proyek menghadapi sejumlah tantangan, seperti tingginya curah hujan yang memengaruhi aktivitas konstruksi serta kelangkaan solar yang berdampak pada distribusi material alam, termasuk pasir untuk pekerjaan lapangan dan suplai ke batching plant.


Untuk menjaga target penyelesaian pada 20 Juni 2026, berbagai langkah percepatan diterapkan. Perusahaan menambah dua unit mobile crane sehingga total menjadi empat unit, serta mengubah metode pengecoran pelat dari sistem konvensional menjadi metal deck guna meningkatkan efisiensi waktu. Penerapan tiga shift kerja juga dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas.
Percepatan lainnya meliputi penggunaan fasad GRC super panel menggantikan plester aci serta perubahan struktur gedung SMA dari beton bertulang menjadi baja profil. Di Barito Kuala dan Banjarbaru, bekisting konvensional diganti bondex, sementara pembesian plat lantai beralih dari besi konvensional menjadi wiremesh. Jumlah tenaga kerja ditingkatkan hingga 600 orang, termasuk mobilisasi melalui pesawat carter.
Penguatan Logistik dan Pengiriman Udara
Dari sisi logistik, Brantas Abipraya mempercepat pengadaan material seperti keramik, MEP, dan furnitur dengan memaksimalkan sewa gudang. Pengiriman material juga dialihkan menggunakan pesawat Hercules dan kargo udara guna memastikan kelancaran suplai di tengah keterbatasan distribusi konvensional.
“Percepatan yang dilakukan tidak mengorbankan mutu. Ini menjadi upaya kami untuk memastikan proyek dapat selesai lebih cepat dengan tetap memenuhi standar terbaik,” kata Isra.
Fasilitas Pendidikan Terpadu
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan kontribusi Brantas Abipraya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang layak dan merata. Sekolah ini dirancang dengan konsep asrama terpadu yang dilengkapi fasilitas SD, SMP, SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga.
Perusahaan optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif berkelanjutan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, khususnya sektor pendidikan,” pungkas Isra. (CHI)
Baca Juga: Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek Dimulai, Ini Titik dan Jadwalnya

























