ACEH, LINTAS – Intensitas hujan tinggi yang berlangsung selama sepekan sejak 18 November hingga 26 November 2025 menyebabkan bencana banjir dan longsor di sejumlah titik pada ruas Lintas Tengah Provinsi Aceh di bawah tanggung jawab Satker PJN III Aceh.
Kondisi cuaca ekstrem ini memicu kerusakan infrastruktur jalan yang berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat di beberapa wilayah.
Dalam wawancara bersama Lintas pada Kamis (27/11/2025), Kepala Satker PJN III Aceh M. Abdul Azis menjelaskan bahwa bencana tersebut menimbulkan kerusakan signifikan di enam paket pekerjaan.
Pada PPK 3.1, dua titik longsor pada tebing menyebabkan setengah badan jalan tergerus, namun kendaraan masih dapat melintas, disertai dua lokasi banjir dengan ketinggian air sekitar 50 cm.
“Kondisi serupa juga terjadi di PPK 3.2, di mana tujuh titik longsoran ditemukan pada tebing dengan dampak penyempitan badan jalan, serta satu titik banjir dengan ketinggian 50–70 sentimeter,” kata Azis.
Ia menambahkan, di PPK 3.3, dua titik longsoran kembali menyebabkan sebagian badan jalan hilang, meski lalu lintas masih bisa melewati jalur tersebut. PPK 3.4 mengalami lima titik longsor yang menggerus setengah badan jalan serta dua titik banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter.
Empat Titik Longsor
Situasi lebih berat terlihat pada PPK 3.5, yang mencatat empat titik longsor pada tebing, satu titik longsoran yang mengakibatkan hilangnya badan jalan, serta dua titik banjir dengan ketinggian 50–70 cm.

Sementara itu, PPK 3.6 terdampak longsor yang mempersempit badan jalan, banjir di beberapa lokasi dengan ketinggian 50–70 cm, penurunan badan jalan sepanjang 30 meter, serta dua jembatan yang putus total.
“Sebagai langkah penanganan darurat, berbagai jenis alat berat telah dikerahkan ke lokasi. Di PPK 3.4 telah ditempatkan satu unit wheel loader, satu unit excavator, satu dump truck, dan satu crane,” kata Azis.
Sementara pada PPK 3.2, penanganan difokuskan melalui pengoperasian wheel loader, dump truck, dan satu mobil pickup. Sementara itu, di PPK 3.1 disiagakan satu grader, satu wheel loader, dan satu dump truck untuk mempercepat penanganan material longsoran.
Sementara itu BPJN Aceh juga telah mendirikan posko induk penanganan bencana di Unit Pracetak Bereunun sebagai pusat koordinasi lapangan. Koordinasi intensif telah dilakukan bersama para bupati melalui Kepala Pelaksana BPBD serta Kepala Dinas PUPR Provinsi Aceh untuk mempercepat langkah mitigasi.
Pemerintah Provinsi Aceh dijadwalkan menetapkan status bencana pada siang hari sebagai bentuk penegasan terhadap kondisi darurat yang tengah berlangsung.
Upaya penanganan terus dilakukan secara terpadu guna memastikan akses transportasi kembali normal dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. (ROY/SAF)
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Aceh, Akses Jalan Nasional Terganggu, PJN I Aceh Lakukan Penanganan Cepat





