Setiap hari, jutaan orang menggunakan kereta api untuk beraktivitas. Di balik perjalanan yang lancar dan nyaman itu, ada kerja panjang yang jarang terlihat. Salah satunya berlangsung di Balai Yasa Manggarai, sebuah fasilitas penting milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menjadi pusat perawatan dan pengembangan sarana kereta.
Di tempat inilah, para insan perkeretaapian KAI merawat, memperbarui, dan menghadirkan inovasi agar kereta tetap aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan penumpang masa kini. Prosesnya berjalan konsisten dan terukur, dari waktu ke waktu.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa Balai Yasa Manggarai memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas layanan penumpang di berbagai segmen.
“Balai Yasa Manggarai menjadi tempat lahirnya inovasi sarana, termasuk pengembangan kereta New Generation dan kereta wisata. Seluruh proses dijalankan dengan fokus pada keselamatan, kenyamanan, dan mutu layanan,” ujar Anne dikutip Selasa (16/12/2025).
Modifikasi 124 Unit Kereta
Hingga pertengahan Desember 2025, Balai Yasa Manggarai telah menyelesaikan modifikasi sebanyak 124 unit kereta New Generation. Pengembangan ini dilakukan untuk menghadirkan suasana perjalanan yang lebih nyaman, tertata, serta selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Tak hanya itu, berbagai jenis kereta lain juga dikembangkan di sini. Mulai dari kereta makan hingga kereta wisata dengan layanan premium, seperti Compartment Suites, Priority, Imperial, dan sejumlah kereta wisata lainnya. Ragam karya tersebut memperkuat posisi Balai Yasa Manggarai sebagai pusat inovasi sarana perkeretaapian nasional.
Salah satu hasil pengembangan yang tengah menjadi perhatian adalah Kereta Jaka Lalana. Kereta ini dimodifikasi dari kereta wisata Joko Kendil, yang dikenal sebagai kereta mewah pada masanya dan memiliki nilai sejarah yang kuat. Melalui sentuhan para insan Balai Yasa Manggarai, karakter klasiknya tetap dipertahankan, namun disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan modern.
Pengembangan Kereta Jaka Lalana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan ruang hingga penyempurnaan tampilan interior dan eksterior. Proses ini mencerminkan kemampuan Balai Yasa Manggarai dalam merawat warisan sarana perkeretaapian sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dan fungsional.
Standar Internasional
Komitmen terhadap kualitas juga ditunjukkan melalui penerapan standar internasional dalam tata kelola, mutu layanan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Standar tersebut menjadi fondasi dalam setiap proses, sekaligus memastikan lingkungan kerja yang profesional dan berkelanjutan.




Balai Yasa Manggarai berlokasi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, dengan luas area sekitar 2.000 meter × 500 meter. Fasilitas ini melayani perawatan berkala dua tahunan dan empat tahunan untuk kereta penumpang Daerah Operasi 1 Jakarta hingga Daerah Operasi 5 Purwokerto, serta KRL KAI Commuter yang beroperasi di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta.
Ke depan, Kereta Jaka Lalana direncanakan melayani relasi Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur. Jalur ini dikenal dengan lanskap alam yang indah serta nilai sejarah yang kuat, menjadikan perjalanan kereta wisata bukan sekadar moda transportasi, melainkan pengalaman perjalanan yang tenang dan berkesan. (CHI)
Baca Juga: KRL dan LRT Jadi Tulang Punggung Mobilitas Jabodetabek





