JAKARTA, LINTAS – Arus balik Angkutan Lebaran 2026 masih menunjukkan tren tinggi hingga akhir pekan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pada 29 Maret 2026 sebanyak 229.201 pelanggan Kereta Api (KA) Jarak Jauh terlayani dengan tingkat okupansi mencapai 140,2 persen.
Sementara itu hingga 30 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket KA Jarak Jauh telah mencapai 159.601 tiket atau 97,7 persen dari kapasitas harian. Angka tersebut masih berpotensi meningkat karena penjualan tiket terus berlangsung hingga malam hari.
Secara kumulatif, penjualan tiket Angkutan Lebaran hingga 30 Maret 2026 pukul 10.00 WIB mencapai 4.898.764 tiket dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk, atau setara 108,9 persen.
Rinciannya, layanan KA Jarak Jauh mencatat 4.114.199 pelanggan atau 115,2 persen dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Sementara KA Lokal melayani 784.565 pelanggan atau 84,6 persen dari kapasitas 926.936 tempat duduk.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa mobilitas Lebaran tahun ini menunjukkan pergerakan yang lebih merata sejak awal periode.
“Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan tetap tinggi hingga fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena kepastian jadwal dan kenyamanan perjalanan,” ujar Anne.
Tren Penumpang Meningkat Sejak Awal Periode
Selama periode 11–29 Maret 2026, KAI telah melayani 4.493.485 pelanggan, terdiri dari 3.751.188 pelanggan KA Jarak Jauh dan 742.297 pelanggan KA Lokal. Peningkatan volume terjadi bertahap dan mencapai puncak pada fase arus balik.
Lonjakan tertinggi pelanggan KA Jarak Jauh terjadi pada 22–24 Maret, dengan masing-masing:
- 22 Maret: 242.810 pelanggan (150,7%)
- 23 Maret: 247.025 pelanggan (154,1%)
- 24 Maret: 250.650 pelanggan (153,4%)
Sementara pada 29 Maret, jumlah pelanggan kembali tinggi di angka 229.201 orang dengan okupansi 140,2 persen. Anne menambahkan, pola perjalanan tahun ini tidak terpusat pada satu waktu tertentu sehingga arus balik tetap tinggi namun lebih terdistribusi sepanjang periode.

“Pergerakan pelanggan tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu. Pola ini membuat arus balik tetap tinggi, namun aliran penumpang lebih terjaga sepanjang periode,” kata Anne.
Layanan Diperkuat dan Teknologi Ditingkatkan
KAI memastikan kesiapan operasional melalui pengaturan perjalanan, keandalan sarana, serta penguatan layanan di stasiun utama dan stasiun antara. Dukungan teknologi juga diperkuat guna mempercepat layanan pelanggan.
Salah satunya melalui fasilitas face recognition di 22 stasiun besar yang memungkinkan proses verifikasi identitas lebih cepat, mengurangi antrean, serta meningkatkan kenyamanan boarding.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan. Berbagai masukan selama periode Angkutan Lebaran akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan,” tutur Anne. (CHI)
Baca Juga: Platform Lift Hadir di Stasiun Cikini, Layanan Disabilitas KAI Commuter Makin Inklusif































