BOGOR, LINTAS — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 di Bogor bukan hanya ajang perebutan medali. Menurut dia, kompetisi internasional ini juga menjadi perayaan nilai-nilai persahabatan, sportivitas, dan ketangguhan generasi muda.
“Kejuaraan ini bukan hanya soal medali. Akan tetapi, juga tentang nilai-nilai yang bertahan di luar arena,” kata AHY saat membuka kejuaraan di JSI Resort, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (3/10/2025).
Sambo adalah cabag olahraga bela diri yang berasal dari Rusia. Cabor ini mengombinasikan teknik dari gulat, judo, dan jutjitsu. Nama sambo merupakan akronim dari “SAMozashchita Bez Oruzhiya” yang berarti pertahanan diri tanpa senjata. Disebutkan, olahraga ini sebagai seni bela diri universal yang menggabungkan berbagai elemen seni bela diri. Fokus pada keterampilan pertarungan di atas dan di bawah matras.
Ajang Kejuaraan Dunia di JSI Resort diikuti lebih 34 negara itu disebut AHY sebagai momentum membuktikan, olahraga dapat menyatukan bangsa-bangsa melalui disiplin, ketekunan, dan rasa hormat. “Menang atau kalah, bawalah selalu nilai kehormatan, ketekunan, dan sportivitas,” ujarnya.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, dalam sambutannya, menyebut penyelenggaraan kejuaraan dunia Sambo ini sebagai tonggak sejarah bagi Indonesia. “Kita tidak sekadar menyaksikan pertandingan, tetapi menyaksikan sejarah. Indonesia membuktikan mampu menjadi tuan rumah ajang kelas dunia,” katanya.
Baik AHY maupun Raja Sapta menyampaikan apresiasi kepada Federasi Sambo Internasional. Termasuk Persatuan Sambo Indonesia, Pemerintah Jawa Barat, serta para pelatih, wasit, sponsor, dan sukarelawan yang berperan dalam terselenggaranya kejuaraan ini. (HRS/PAH)
Baca Juga: Pertama Kali, Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sambo































