JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta mengumumkan sejumlah penyesuaian dan penyempitan arus lalu lintas di kawasan pusat ibu kota sebagai dampak dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota. Pengaturan ini diterapkan guna mendukung kelancaran proses konstruksi yang saat ini tengah berlangsung.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, menjelaskan bahwa penyempitan lajur terjadi di Jalan M.H. Thamrin, tepatnya di akses keluar-masuk Jalan Budi Kemuliaan, pada pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.
“Ada sedikit penyempitan lajur di Jl. M.H Thamrin dari dan menuju Jl. Budi Kemuliaan pada saat belok di lampu merah,” kata Weni dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (13/7/2025).
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sejumlah titik strategis, antara lain di depan Gedung Menara Thamrin hingga Kementerian ESDM serta di depan Gedung Sinarmas hingga Hotel Sari Pan Pacific.
Penutupan total akses jalan juga diberlakukan di Jalan Museum menuju Jalan Medan Merdeka Barat, dan diperkirakan berlangsung hingga April 2026. Weni menjelaskan bahwa masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif.
“Akses jalan dari Jl. Medan Merdeka Barat ke Jl. Abdul Muis memang ditutup, tapi masyarakat bisa memutar melalui Jl. Abdul Muis, Tanah Abang Timur, dan Jl. Budi Kemuliaan,” ujarnya.


Penutupan Akses
Rekayasa lalu lintas lainnya mencakup penutupan akses di Jl. Gajah Mada, tepatnya di depan area Duta Merlin hingga Jl. Hasyim Ashari. Kendaraan dari arah Simpang Harmoni menuju Jl. Hasyim Ashari dialihkan melalui contraflow di Jl. Hayam Wuruk dan berputar di Simpang Batu Ceper, depan Dunkin Donuts.
Di sisi utara, penutupan juga dilakukan di Jl. Pembangunan, dengan arus lalu lintas dialihkan melalui Jl. Alaydrus. Sementara itu, di Jl. Pintu Besar Selatan, akses kini dibatasi hanya untuk kendaraan Transjakarta dan warga sekitar.

“Arah langsung ke Kota Tua kini ditutup, pengendara harus berbelok ke Jl. Pancoran dan Jl. Pintu Kecil. Kami dari MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tambah Weni.
Baca Juga: Jalur MRT Jakarta–Tangsel Akan Dikaji, Skema Tanpa Anggaran Negara Jadi Pilihan
Proyek MRT Jakarta Fase 2A mencakup pembangunan tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Hingga 25 Juni 2025, progres konstruksi proyek telah mencapai 49,99 persen, melampaui target perencanaan sebesar 48,54 persen. (CHI)
























