Jakarta – Meningkatkan konektivitas di wilayah Papua Barat, pemerintah akan membangun 29 jembatan sepanjang tahun 2022 di Ruas Merauke-Sorong, Papua Barat.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan, pembangunan ini merupakan kelanjutan program Trans Papua.
“Yang akan membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan konektivitas antar kabupaten/kota di Papua Barat,” sebutnya dalam keterangan dikutip, Rabu (8/6/2022).
Dalam keterangan yang sama, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Papua Barat, Gunadi Antariksa memaparkan pembangunan ini membutuhkan biaya Rp 236,55 miliar yang diambil dari anggaran tahun 2022.
“Panjang keseluruhan jembatan mencapai 511,5 meter (dikerjakan) melalui enam paket pekerjaan,” kata dia.
Gunadi mengatakan paket pekerjaan pertama adalah membangun Jembatan Kampung Muri – Kwatisore (batas Provinsi Papua) I sepanjang 90 meter yang terdiri dari 10 jembatan.
Kemudian Jembatan Kampung Muri – Kwatisore (batas Provinsi Papua) II sepanjang 96,5 meter yang berisi 11 jembatan.
Paket pekerjaan ini telah menghabiskan dana Rp 93,2 miliar dengan pembangunan berskema multi years contract 2022-2024.
Berlanjut pembangunan paket kedua yaitu Jembatan Telaga I Cs dengan panjang total 74 meter yang terdiri dari 4 jembatan.
“Anggarannya bersumber dari APBN senilai Rp 33,2 miliar secara single years contract TA 2022,” jelas Gunadi.
Paket pekerjaan ketiga adalah pembangunan Jembatan Werianggi – Ambuni dengan total jarak 73,6 meter dengan lima proyek jembatan.
Pembangunannya memakan biaya Rp 33,1 miliar dan ditargetkan selesai dibangun Desember tahun ini.
Keempat, pembangunan Jembatan Log Cs sepanjang 84,2 meter yang terdiri dari empat jembatan serta memakan biaya Rp 38,6 miliar.
Jembatan Log Cs ditargetkan selesai akhir tahun ini agar bisa digunakan awal tahun 2023.
Paket terakhir adalah pengerjaan Jembatan Mawin I Cs yang berisi tiga jembatan.
Sama dengan dua proyek jembatan sebelumnya, Jembatan Mawon I Cs ditargetkan dapat beroperasi akhir 2022.
Gunadi pun mengaku proses pembangunan jembatan di ruas Merauke – Sorong, Papua Barat menghadapi banyak tantangan. Terutama, soal cuaca dan alamnya yang masih didominasi oleh hutan.
Namun, ia menegaskan proses pembangunan akan terus dilakukan untuk melancarkan akses transportasi di wilayah Papua.
“Terbukanya konektivitas di Pulau Papua, terutama di daerah pegunungan akan membuka keterisolasian wilayah, menurunkan harga barang-barang, dan mengurangi kesenjangan antar wilayah,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Satker PJN Wilayah 1 Jayapura: Penyelesaian Ruas Jalan Trans Papua Jayapura – Wamena































