JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Sebanyak 1.606 unit huntara ditargetkan rampung seluruhnya sebelum memasuki bulan Ramadhan 2026, sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menteri PU Dody Hanggodo menjeaskan bahwa percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan nyaman selama masa pemulihan.
“Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadhan selesai semua. Ini sesuai arahan dari BNPB,” ujar Dody saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Tersebar di Wilayah Terdampak Bencana
Pembangunan huntara tersebut tersebar di beberapa wilayah terdampak bencana. Di Sumatera Utara, pembangunan dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 431 unit. Sementara di Provinsi Aceh, pembangunan meliputi 480 unit di Kabupaten Bener Meriah, 400 unit di Kabupaten Aceh Utara, 211 unit di Kabupaten Pidie Jaya, serta 84 unit di Kabupaten Aceh Tamiang yang saat ini telah selesai dibangun.
Seluruh pembangunan huntara dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kecepatan, kualitas konstruksi, dan keselamatan, agar hunian dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Dari sisi teknis, bangunan huntara menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan. Sistem ini dirancang kuat, tahan lama, serta memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa mengurangi kualitas bangunan.
“Kami menggunakan sistem modular baja yang sudah biasa kita terapkan di berbagai lokasi dan terbukti secara kualitas serta ketahanannya,” jelas Dody.
Aceh Tamiang Telah Selesai
Salah satu lokasi pembangunan huntara yang telah rampung pada 10 Januari 2026 berada di Kabupaten Aceh Tamiang 1 sebanyak 84 unit.
Huntara tersebut dirancang untuk menampung sekitar 336 jiwa atau 84 kepala keluarga (KK) dalam satu kawasan. Setiap blok huntara dapat menampung hingga 12 KK atau sekitar 48 jiwa.


Selain hunian, kawasan huntara Aceh Tamiang juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama menempati hunian sementara. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Tangani 1.459 Titik Terdampak Bencana Sumatera, Fokus Pulihkan Infrastruktur





