JAKARTA, LINTAS – PT Waskita Karya (Persero) Tbk menegaskan tidak akan kembali ke bisnis jalan tol setelah menyelesaikan divestasi seluruh aset tol yang dimilikinya. Keputusan ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk kembali fokus pada core business di sektor konstruksi.
Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, menyampaikan bahwa setelah divestasi aset jalan tol, Waskita tidak akan lagi berinvestasi di sektor tersebut kecuali ada penugasan khusus dari pemerintah.
“Setelah kita melakukan divestasi seluruh jalan tol, kita tidak akan masuk lagi ke bisnis jalan tol, kecuali ada penugasan. Divestasi ini kita lakukan sesegera mungkin,” ujar Hanugroho, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Saat ini, Waskita berencana melakukan divestasi terhadap beberapa aset jalan tol yang masih dikelola melalui PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), PT Cimanggis – Cibitung Tollways (CCT), dan PT Hutama Marga Waskita (HMW). Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengurangan liabilitas keuangan perusahaan.
Baca Juga: Tim Tanggap Darurat Kementerian PU Bantu Warga Terdampak Banjir di Bekasi
Stabilitas Keuangan
Sebagai BUMN konstruksi dengan pengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya berkomitmen untuk menjaga stabilitas keuangan dan kembali fokus pada inti bisnisnya, yaitu pembangunan infrastruktur gedung, jalan, jembatan, serta sistem air bersih. Infrastruktur yang dibangun oleh Waskita selama ini telah berkontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan pertumbuhan perusahaan, Waskita telah menyusun rencana kerja jangka panjang yang berfokus pada restrukturisasi keuangan sebagai salah satu pilar utama.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa keberhasilan dalam implementasi restrukturisasi ini akan menjadi landasan bagi strategi perusahaan ke depan.
Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2024-2029, Waskita telah menetapkan empat pilar strategis utama:
- Pengembangan Usaha – Fokus pada proyek infrastruktur strategis yang memberikan dampak luas.
- Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) – Penguatan kapabilitas tenaga kerja untuk menghadapi tantangan industri konstruksi.
- Governance, Risk & Compliance (GRC) – Meningkatkan tata kelola perusahaan yang transparan dan berkelanjutan.
- Digitalisasi – Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Terkait pertumbuhan usaha, Waskita juga fokus pada perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) yang lebih selektif dan berbasis manajemen risiko.
Perusahaan telah membentuk Komite Manajemen Risiko untuk menilai setiap proyek sebelum melakukan tender dan pengambilan keputusan investasi. (GIT)































