JAKARTA, LINTAS – Danau Bakuok di Desa Aur Sati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, kini tak lagi sekadar hamparan perairan. Kawasan yang dahulu merupakan aliran sungai mati dari Sungai Kampar tersebut telah bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih tertata, sekaligus berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir dan kawasan konservasi.
Revitalisasi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), membuat kawasan Danau Bakuok semakin menarik untuk dikunjungi, khususnya saat akhir pekan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur pemerintah tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata daerah yang tetap memperhatikan aspek kualitas, keberlanjutan, serta manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata,” ujar Dody dikutip Senin (10/8/2026).



Revitalisasi Bertahap
Yang menarik, revitalisasi Danau Bakuok tidak hanya berorientasi pada pengembangan kawasan wisata. Di balik penataan yang membuatnya semakin nyaman, danau tersebut tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai infrastruktur sumber daya air.
Revitalisasi dilakukan secara bertahap sejak 2022 melalui sejumlah pekerjaan, antara lain pengerukan danau untuk meningkatkan kapasitas tampungan air, pembersihan gulma untuk memperluas area genangan, pembangunan turap beton sebagai penguatan tebing, serta penataan kawasan agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Hasilnya cukup signifikan. Luas genangan Danau Bakuok meningkat dari sekitar 7 hektare menjadi 21 hektare, atau bertambah sekitar tiga kali lipat.
Dengan kapasitas tampungan yang lebih besar, Danau Bakuok memiliki peran penting dalam menampung limpasan air ketika debit Sungai Kampar meningkat pada musim hujan. Fungsi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir di kawasan sekitarnya.
Infrastruktur untuk Pariwisata
Konsep tersebut terlihat dalam penataan Danau Bakuok. Infrastruktur sumber daya air yang dibangun tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi sekaligus menciptakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Lokasinya yang berjarak sekitar 45 menit dari Kota Pekanbaru juga menjadi salah satu daya tarik. Setelah kawasan ditata, Danau Bakuok semakin ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan.
Kehadiran kawasan wisata yang lebih tertata juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar Danau Bakuok.. Aktivitas wisata dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat lokal.
Dody menambahkan, dari kawasan yang sebelumnya merupakan aliran sungai mati, Danau Bakuok kini berkembang menjadi kawasan yang memiliki fungsi berlapis: menampung air, membantu mengendalikan banjir, menjaga lingkungan, sekaligus menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat. (CHI)
Baca Juga: Kabel Persinyalan Dicuri di Bekasi, Bahaya Mengintai Keselamatan Perjalanan Kereta Api











