JAKARTA, LINTAS – Hingga Jumat (29/12/2023), Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sudah terisi 53 persen. Awal 2024, bendungan dengan luas genangan 101 hektar ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo.
“Saat ini konstruksi fisik Bendungan Lolak sudah rampung seluruhnya dan elevasi air waduk sudah mencapai ketinggian +106,170 meter atau kurang lebih 53 persen dari tampungan total. Sudah lewat elevasi intake pada +99 meter, tetapi belum melimpas pada elevasi +114,5 meter,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Komang Sudana, dikutip dari rilis pers Kementerian PUPR, Jumat.

Bendungan Lolak dengan daya tampung 16,23 juta meter kubik akan banyak memberikan manfaat, selain sebagai penyediaan air irigasi untuk daerah pertanian seluas 2.214 hektar, juga akan menjadi sumber air baku dengan volume 500 liter per detik.
Tenaga listrik sebesar 2,43 MW juga dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air dari Bendungan Lolak. Selain itu, juga berfungsi menjadi pengendali banjir yang dapat mereduksi debit banjir sebesar 12 persen.
Hutan Buah Produktif
Bendungan ini mulai diisi air sejak 18 Agustus 2023.
“Kami manfaatkan kesempatan musim hujan saat ini untuk pengisian bendungan seoptimal mungkin. Selanjutnya kami menunggu momentum yang tepat dari Istana untuk waktu peresmian Bendungan Lolak ini, kemungkinan di awal 2024 mendatang,” kata Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja.

Dipastikan, Bendungan Lolak juga akan menjadi destinasi tempat pariwisata baru di daerah Bolaang Mongondow. Adapun lahan eks galian dapat dimanfaatkan menjadi hutan buah produktif.
Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua paket, yakni paket pertama senilai Rp 830 miliar dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk. Selanjutnya untuk Paket II senilai Rp 821 miliar dikerjakan kontraktor PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (kerja sama Operasi/KSO). (HRZ)
Baca Juga: Bendungan Sadawarna untuk Kesejahteraan Warga

























