JAKARTA, LINTAS – Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum (STT PU) menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) III Jakarta, di Kampus STT PU, Selasa (30/7/2024) yang diikuti 12 peserta secara gratis.
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Pertama BJKW III Jakarta, Farras Yudha Rahmat F, S.ST, mengatakan kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi tersebut merupakan imlementasi UU No.2/2017, tentang jasa konstruksi, dimana setiap tenaga kerja yang bekerja di bidang konstrusksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
“Uji sertifikasi diikuti 12 orang dari rencananya 25 orang, kemungkinan yang tidak bisa hadir karena pesertanya adalah mereka yang sudah lulus kuliah, jadi ada yang sudah kembali ke daerah asal, serta ada juga yang tidak mendapat izin dari tempat kerjanya,” kata Farras kepada Lintas.

Namun demikian, pelaksanaan uji sertifikasitetap berjalan dengan lancar. Di mana peserta mengikuti kegiatan sejak pagi, dengan agenda mengisi melengkapi data, tes tertulis dan dilanjutkan wawancara dengan Asesor LSPK 3.
Farras menjelaskan, untuk uji sertifikasi mulai dari jenjang 1-9. Sedangkan yang diselenggarakan di STT PU adalah jenjang 6, artinya adalah fresh graduate yang sudah S1 berpengalaman dapat mengambil jenjang 7.
“Untuk ujian tulis dan wawancara adalah wilayah kerja dari LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) sudah ada standar tersendiri dari mereka. Untuk kali ini khusus untuk K3 sesuai dengan permintaan dari pihak STT PU,” kata dia.
Asesor LSP K3, Andika Setiawan menjelaskan, bahwa sesuai undang-undang bahwa lulusan Teknik Sipil yang masih sedikit dan kebutuhan tenaga ahli K3 masih sedikit, maka LSP K3 bekerja sama dengan BJKW III Jakarta mengadakan kerja sama untuk pembuatan SKK atau uji kompetensi supervisor K3.
“Dengan uji kompetensi K3 ini, kami harapkan teman-teman ini bisa berkontribusi untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. Di mana saat ini pembangunan khususnya di IKN membutuhkan keahlian K3, yaitu untuk menjaga keselamatan pekerja konstruksinya,” kata Andika.
Ia menambahkan, dengan uji kompetensi ini akan dilihat apakah peserta yang mengikuti layak atau tidak untuk mendapatkan sertifikasi K3.
“Karena hasil SKK yang mengeluarkan BNSP artinya sudah terlisensi dan diakui oleh negara. Tadi ada pembekalan dilakukan wawancara untuk mengonfimasi banyak hal sehingga kami bisa menyatakan kompeten atau tidak,” ujar Andika.
Menurut Andika, kegiatan yang digelar STT PU ini seharusnya mendapat apresiasi oleh alumninya.
“Untuk sertifikasi kompetensi sangat dibutuhkan karena tenaga yang tersertifikasi masih sedikit. Sangat bagus sekali STT PU menshare ke teman-teman,dan harapannya tahun depan akan banyak lagi yang ikut uji kompetensi ini. Karena masih banyak yang mencari SKK K3, apalagi kan diselenggarakan gratis,” kata dia.
Peserta uji kompetensi, Salma Faiha mengaku sangat senang dengan digelarnya uji sertifikasi oleh STT PU secara gratis.
“Karena rata-rata dari pekerjaan sekarang dibutuhkan sertifikasi untuk dapat melamar pekerjaan. Saya merasa senang dan terbantu sekali dengan uji sertifikasi yang digelar STT PU,” ujar Salma, alumni STT PU tahun 2023 jurusan Teknik Sipil.

Ia memilih K3, dikarenakan sejak kuliah sudah sangat berminat dengan K3 apalagi di Indonesia untuk di proyek infrastruktur, pekerjanya masih banyak yang belum memahami tentang K3.
Fajar Abdi Pranoto, peserta uji sertifikasi lainnya mengatakan tujuan mengikuti kegiatan uji sertifikasi dikarenakan sesuai peraturan undang-undang untuk lulusan yang baru khususnya jurusan Teknik Sipil wajib mempunyai sertifikasi agar memiliki keahlian.
“Untuk sertifikasi sangat berperan penting dalam pekerjaan sehari-hari. Saya berharap dengan mengikuti uji sertifikasi ini akan memiliki bekal terkait dengan K3,” tutur Fajar yang merupakan alumni STT PU Jurusan Teknik Sipil tahun 2023. (CHI)
Baca Juga: Melongok Gedung Baru Kampus STT Pekerjaan Umum Jakarta

























