JAKARTA, LINTAS – Darah berfungsi sebagai sistem transportasi dan pertahanan utama manusia. Cairan vital ini mengantarkan oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh sel, membuang limbah metabolisme, melawan infeksi, menyembuhkan luka, serta menyeimbangkan suhu dan tingkat keasaman (pH) dalam tubuh.
Sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru dan plasma darah menyalurkan nutrisi (seperti asam amino dan glukosa) ke seluruh jaringan tubuh. Selain itu, sel darah juga berfungsi untuk mengangkut sisa metabolisme seperti karbondioksida ke paru-paru untuk diembuskan dan urea ke ginjal untuk dikeluarkan melalui urine.
Sedangkan sel darah putih (leukosit) bertindak sebagai garda terdepan sistem kekebalan untuk mendeteksi dan menghancurkan virus, bakteri, atau benda asing penyebab penyakit.
Hal itu disampaikan dokter Caca saat kegiatan penyuluhan kesehatan dan terapi teknologi alat kesehatan Genki Ion yang diadakan oleh PT Genki Anugerah Sejahtera (Genki), di Taman Ayoya, Perumahan Camar Pinguin, Pondok Aren, Bintaro, Jakarta Selatan.
Kegiatan terapi Genki Ion ini telah berlangsung sejak tanggal 9 Juni s/d 24 Juni 2026, dan diperpanjang hingga 4 Juli 2026 karena peserta yang hadir terus bertambah setiap harinya.
Lebih lanjut, dokter Caca menjelaskan, bahwa darah pun dapat mengalami stres atau yang disebut dengan Stres Darah. Stres Darah adalah keadaan di mana darah tidak bekerja secara maksimal. Stres darah juga dapat memicu lonjakan hormon stres yang membuat pembuluh darah menyempit dan jantung berdetak lebih cepat.
“Akibatnya, sistem sirkulasi terpaksa bekerja ekstra keras dan dapat memicu peningkatan tekanan darah yang jika dibiarkan dapat menyebabkan hipertensi,” ujar dokter Caca, Jumat (26/6/2026).
Dampak lainnya, antara lain tekanan darah melonjak, darah menjadi kental, dan meningkatnya peradangan. Apabila darahnya sudah stres atau kotor, kata dokter Caca, otomatis organ yang pertama kali gagal berfungsi. “Nah, kalau organ sudah gagal berfungsi, maka penyakit gampang menghampiri tubuh kita,” lanjutnya.

Darah berfungsi sebagai sumber informasi bagi organ tubuh manusia. Kenapa? Karena apapun yang kita konsumsi akan disampaikan oleh darah. Makanya, kalau kita mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, dan minum yang cukup, otomatis darah akan memberikan informasi yang baik untuk organ tubuh kita.
Namun, apabila yang kita konsumsi adalah makanan tidak sehat, seperti gorengan, makanan berlemak, santan, dan bumbu masakan instan, otomatis makanan tersebut akan diserap oleh darah sehingga mengakibatkan organ tubuh rusak.
Teknologi Kesehatan
General Manajer PT Genki Mada Komaini, mengatakan, saat ini kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Perumahan Camar dan PJMI. Misi kami adalah untuk menyehatkan banyak orang dengan cara memberikan kesempatan kepada warga untuk mencoba dan sekaligus memperkenalkan teknologi baru alat kesehatan Genki Ion.
Saat ini, PT Genki memiliki cabang di beberapa daerah, yaitu Depok, Bekasi, Tangerang (2 cabang), Sunter, Palembang (2 cabang), Semarang (2 cabang), dan Kalimantan.
Kegiatan layanan terapi Genki Ion ini merupakan salah satu cara yang dilakukan PT Genki untuk mengetahui lebih jauh manfaat dari alat kesehatan tersebut, sehingga kelak kalau ada warga yang ingin menggunakannya di rumah atau di jual secara umum sudah mendapatkan rekomendasi serta sudah ada testimoni dari warga yang pernah mencoba alat tersebut.
“Siapa saja sih yang bisa memanfaatkan alat Genki Ion ini. Berdasarkan rekomendasi yang diberikan dari PT Genki kepada Kementerian Kesehatan diperuntukkan untuk masyarakat umum, khususnya mereka yang usianya 30 tahun ke atas. Namun, zaman sekarang keluhan kesehatan tidak bisa dinilai dari usia karena sekarang dari usia 5 tahun sudah punya keluhan kesehatan. Dan kami sarankan untuk datang ke sini,” kata Mada.

Teknologi Genki Ion adalah teknologi elektron atau ion negatif dan high potential atau penghantar listrik tegangan tinggi 7.000-9.000 volt. Getaran halus atau micromata untuk meluluhkan pembuluh darah yang paling kecil atau pembuluh kapiler yang berada di ujung-ujung jemari dan area mata.
Tersumbatnya pembuluh kapiler berdampak langsung pada terhentinya pasokan oksigen dan nutrisi, serta menumpuknya sisa metabolisme di jaringan tubuh . Hal ini memicu kerusakan sel, penurunan fungsi organ , dan mempercepat timbulnya berbagai masalah kesehatan lokal maupun sistemik. Contohnya, mudah kesemutan, kebas, dan mudah pusing.
“Kegiatan ini sudah berjalan selama 16 hari. Alhamdulillah, dari hari pertama dan kedua sudah mulai ada yang merasakan manfaatnya. Hal yang kecil dari sulit tidur sekarang sudah bisa normal. Lalu, ada juga yang sebelumnya sering sakit kepala sekarang sudah berkurang. Dan semoga dalam 30 hari ke depan warga yang sudah mencoba terapi dengan Genki Ion bisa lebih sehat,” ujar Mada.
Pada kesempatan berbeda, Manajer Eka Septiana mengungkapkan, untuk menjadi instruktur atau pemateri di PT Genki harus melewati beberapa tahap training, mulai dari sebagai staf untuk membantu memasang peralatan dan menjelaskan cara kerja teknologi alat kesehatan Genki Ion. Kemudian, setiap bulannya akan diberikan pelatihan atau pembekalan public speaking dan pengetahuan ilmu kesehatan untuk menjadi pemateri.
Untuk Lansia
“Pembekalan ini penting karena materi yang disampaikan adalah materi kesehatan. Maka, harus berdasarkan fakta dan data. Sedangkan untuk menguasai materi tersebut bisa 1-3 tahun,” kata Eka, yang telah bergabung dengan PT Genki sejak Pandemi Covid-19 mendera Indonesia.

Selanjutnya, dia menjelaskan, bahwa pemilihan lokasi penyuluhan dan terapi teknologi alat kesehatan Genki Ion, PT Genki akan melakukan survei lapangan yang dilakukan oleh tim khusus, mulai dari penentuan lokasi, gedung serba guna yang memadai, dan yang terpenting jumlah lansia di sana jumlahnya banyak, karena alat kesehatan ini akan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang sudah lanjut usia.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini semakin banyak orang yang terbantu, khususnya para lansia kesehatannya meningkat,” lanjut Eka, yang juga pernah menjadi asisten dokter di Lampung. Empat tahun terakhir hingga sekarang ditugaskan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), serta pernah memberikan materi Genki Ion di DI Yogyakarta dan Papua.
Supervisor PT Genki Erik Maulana, menambahkan, meskipun baru setahun bergabung dengan PT Genki, baginya pekerjaan ini seru dan menyenangkan karena bisa bertemu banyak warga dan berinteraksi dengan banyak orang dengan karakteristik yang beragam, terutama dengan orang tua.
“Apalagi kalau mendengarkan keluhan-keluhan dari mereka. Dan setelah mengikuti beberapa kali terapi Genki Ion, sudah ada perubahannya. Saya sangat senang,” ungkap Erik, yang saat ini penempatan di wilayah Jabodetabek, di Kelapa Gading, Bekasi, dan Bintaro.
“Saya senang bisa membantu orang-orang yang saat itu memang perlu dibantu,” lanjutnya.
Erik berharap, PT Genki bisa buka cabang lebih luas lagi, agar bisa membantu masyarakat Indonesia menjadi sehat dan menyadarkan pentingnya hidup sehat. Terutama hari ini kasus kematian penyakit generatif (jantung, kanker, dan ginjal) tidak hanya dialami oleh para lanjut usia, tetapi juga dialami anak-anak yang masih usia muda. Hadirnya Genki di sini semoga dapat membantu untuk mencegah agar penyakit tersebut tumbuh lebih besar.
Testimoni Genki Ion
Setelah 16 hari melayani peserta terapi Genki Ion sudah banyak warga, khususnya para lanjut usia yang merasakan dampak positif, seperti Mama Christine yang telah mengikuti terapi sebanyak 15 kali telah mengalami banyak perubahan. Sebelumnya, tensi darah 175/70 mmHg, tetapi terakhir tensi darah sudah 100/70 mmHg. Sekarang, tensi darahnya sudah normal 125/80 mmHg.
Kemudian, Ibu Doraeni, gula darahnya turun yang sebelumnya 150 mg/dL, tetapi sekarang sudah turun menjadi 85 mg/dL. Ibu Naning, setelah terapi Genki Ion perutnya sering begah dan pusing-pusing, bahkan kalau pusing minum obat, tetapi setelah terapi penggunaan obat pusing berkurang dan begahnya drastis berkurang.
“Harapan kami di Genki bisa menyehatkan banyak orang, bahkan kalau bisa seluruh Indonesia. Supaya orang-orang yang datang ke tempat ini mengerti artinya pencegahan karena kalau sudah sakit biayanya sangat mahal, tetapi kalau mencegah Insyaallah bisa bisa mengurangi pengeluaran,” tutur Mada. (PAH/SAL)
Baca Juga: Sambut Hari Lingkungan Hidup, 475 Pohon Bintaro Bikin Hijau Jalan Tol Medan–Kualanamu














