JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Tol Harbour Road (HBR) II di Jakarta Utara terus dikebut untuk memperlancar akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Menariknya, proyek strategis tersebut dikerjakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan hingga Juli 2026 progres konstruksinya telah mencapai 44,12 persen.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar mengatakan pembangunan HBR II sepenuhnya didukung sumber daya manusia dalam negeri dan tidak menggunakan APBN.
“Karena memang instruksi Bapak Presiden sebesar-besarnya kita dorong adalah tanpa menggunakan APBN,” ujar Roy saat meninjau pembangunan proyek tersebut di Jakarta Utara, belum lama ini yang dikutip dari Antara.
Pemerintah, kata Roy, akan terus memberikan dukungan dan melakukan evaluasi terhadap perkembangan pembangunan tol tersebut. Targetnya, seluruh pekerjaan HBR II dapat diselesaikan pada triwulan I 2028.
Progres Konstruksi 44,12 Persen
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Fadjar Dwi Wishnuwardhani mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan HBR II.
Hingga Juli 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai 44,12 persen. Capaian tersebut bahkan disebut telah melampaui jadwal yang ditetapkan untuk periode yang sama.
Selain konstruksi, proses penyediaan lahan juga terus dilakukan. Pembebasan lahan telah mencapai 253.291 meter persegi atau 64,57 persen dari total kebutuhan lahan.

Adapun lahan yang telah tersedia dan dapat digunakan untuk kegiatan konstruksi mencapai 319.895 meter persegi atau 81,55 persen dari target. Fadjar menegaskan pemerintah akan membantu mengatasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pembangunan di lapangan.
“Kami juga bergerak bersama untuk membantu manakala memang ada hal-hal yang perlu dilakukan bersama untuk melakukan debottlenecking sekiranya memang ada permasalahan di lapangan,” katanya.
Menurut Fadjar, percepatan pembangunan HBR II penting karena proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pengembang atau kontraktor, tetapi merupakan proyek strategis yang memiliki dampak terhadap transportasi dan perekonomian nasional.
“Ini bukan tentang siapa yang melaksanakan, bukan CMNP, bukan WIKA, tetapi ini adalah proyek strategis nasional yang harus kita pastikan berjalan dan kelancarannya,” ujarnya.
Dukung Kelancaran Logistik Tanjung Priok
Pembangunan HBR II diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di Jakarta Utara sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Fadjar mengatakan keberadaan jalan tol tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pergerakan logistik nasional.
“Jalan tol ini dan beberapa jalan tol yang lain adalah program strategis nasional dan sifatnya sangat strategis untuk bisa membantu perekonomian dan juga transportasi serta logistik di Indonesia,” tuturnya. (CHI)
Baca Juga:











