Home Berita Kekeringan Melanda Sulawesi Selatan, Kementerian PU Salurkan Air dan Bantu Sawah

Kekeringan Melanda Sulawesi Selatan, Kementerian PU Salurkan Air dan Bantu Sawah

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dengan menyalurkan air bersih bagi masyarakat serta memasok kebutuhan air untuk lahan pertanian.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kesiapan pemerintah menghadapi fenomena El Nino dan kekeringan. “Saya sudah cek semua persiapan kita cukup bagus. Kita siap hadapi El Nino,” kata Prabowo dalam Wawancara Eksklusif Jilid III beberapa saat lalu.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody dikutip Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Pelita Air Bagi Tiket Gratis MotoGP Mandalika, Ini Cara Mendapatkannya

Di Kota Makassar, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan BPBD Kota Makassar menyalurkan air bersih ke Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, dan Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo.

Atasi Kekeringan Sawah

Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan menggunakan satu unit Mobil Tangki Air (MTA) berkapasitas 5.000 liter. Air tersebut berasal dari PDAM Kota Makassar dan diberikan kepada 400 jiwa di Kelurahan Kapasa serta 230 kepala keluarga atau sekitar 815 jiwa di Kelurahan Rappokalling.

Selain kebutuhan rumah tangga, pasokan air juga diarahkan untuk lahan pertanian. Di Kabupaten Jeneponto, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang bersama Dinas PU Kabupaten Jeneponto menangani kekeringan sawah di Desa Kayuloe dan Empoang Utara, Kecamatan Turatea.

Distribusi air dilakukan menggunakan tiga pompa dengan total kapasitas 54 liter per detik untuk mengairi sekitar 45 hektare sawah. Ketiga pompa tersebut masing-masing berkapasitas 15 liter per detik, 35 liter per detik, dan 4 liter per detik. Salah satu pompa berkapasitas 4 liter per detik dioperasikan menggunakan tenaga solar cell.

Sementara itu, di Kabupaten Pinrang, BBWS Pompengan Jeneberang melakukan pengangkatan dan penataan sedimen pada Saluran Induk/Pembuang Pekabata. Pekerjaan menggunakan satu unit excavator PC 200 untuk memperlancar aliran air pada saluran irigasi sepanjang sekitar 2 kilometer yang melayani area sekitar 5.412 hektar. (CHI)

Baca Juga: Banjir Bandang Tutup Jalan Nasional di Solok, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Oleh:

Share