Home Berita Atasi Kekeringan, BWS Sumatera VI Jambi Pompa Air ke Persawahan Sungai Terap

Atasi Kekeringan, BWS Sumatera VI Jambi Pompa Air ke Persawahan Sungai Terap

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi melakukan pemompaan dan penyaluran air ke area persawahan seluas kurang lebih 5 hektar di Desa Sungai Terap, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mempertahankan tanaman padi yang terdampak kekeringan sekaligus mengurangi risiko kerusakan tanaman dan gagal panen.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang perlu dijaga, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, Kementerian PU melakukan penanganan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody dikutip Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Citarum, Waduk Saguling hingga Jatiluhur Jadi Sasaran

Berdasarkan pemantauan lapangan pada Senin (21/9/2026), ketersediaan air di lahan pertanian Desa Sungai Terap mulai berkurang. BWS Sumatera VI Jambi kemudian mengidentifikasi sumber air yang masih tersedia di sekitar lokasi untuk dimanfaatkan.

Air dipompa menggunakan mesin pompa dan dialirkan melalui selang menuju area persawahan terdampak. Petugas bersama masyarakat dan petani melakukan penyiraman serta mengatur distribusi air agar dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan tanaman.

“Kami melakukan pemompaan sebagai langkah penanganan darurat untuk membantu mempertahankan tanaman padi masyarakat pada area persawahan yang terdampak kekeringan. Dengan tambahan pasokan air ini, diharapkan kondisi tanaman padi dapat dipertahankan dan risiko kerusakan tanaman maupun gagal panen dapat dikurangi,” ujar Plt. Kepala BWS Sumatera VI Jambi Ferdinanto.

Identifikasi Kebutuhan Air

Menurut Ferdinanto, kegiatan pemompaan dan penyiraman berjalan aman dan lancar. BWS Sumatera VI Jambi akan terus memantau kondisi lahan, perkembangan tanaman padi, serta ketersediaan sumber air di sekitar lokasi.

Pemantauan dan koordinasi juga dilakukan bersama kelompok tani dan masyarakat untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya, terutama apabila kondisi kekeringan masih berlanjut.

Selain penanganan darurat menggunakan pompa, BWS Sumatera VI Jambi menyiapkan langkah lanjutan untuk mendukung ketersediaan air bagi pertanian secara berkelanjutan. Identifikasi akan dilakukan terhadap kebutuhan air dan potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk layanan irigasi di kawasan tersebut.

Salah satu alternatif penanganan jangka menengah dan panjang yang diusulkan adalah survei dan kajian teknis pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Kajian tersebut akan mempertimbangkan potensi air tanah dan kebutuhan layanan irigasi bagi kawasan pertanian di Desa Sungai Terap. (CHI)

Baca Juga: Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

Oleh:

Share