JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan kesiapan operasional Stasiun Jatake yang dijadwalkan mulai melayani penumpang pada akhir Januari 2026.
Berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, stasiun ini berada di lintas Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung, salah satu koridor utama mobilitas harian masyarakat wilayah penyangga menuju pusat aktivitas ekonomi Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan transportasi massal berkorelasi erat dengan struktur demografi dan aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang.
“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan dinamika pasar kerja yang aktif. Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat-pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien serta biaya transportasi yang terjangkau,” ujar Anne dikutip Kamis (22/1/2026).
Stasiun Jatake Dinilai Strategis
Menurut Anne, kehadiran Stasiun Jatake dinilai strategis seiring karakter demografi Kabupaten Tangerang yang didominasi penduduk usia produktif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang Januari 2026, wilayah ini dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen di antaranya berada pada kelompok usia produktif (15–59 tahun).




Kondisi tersebut membentuk tingkat mobilitas harian yang tinggi, terutama bagi pekerja, pelaku usaha, dan masyarakat yang beraktivitas lintas wilayah. Hal itu tercermin juga dari tren jangka panjang peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung.
Pada 2018, jumlah pengguna tercatat 54,17 juta orang, meningkat menjadi 55,63 juta pada 2019. Pandemi COVID-19 sempat menekan mobilitas hingga 26,83 juta pengguna pada 2020.
Namun, sejak 2021 pergerakan kembali pulih secara konsisten, masing-masing 42,11 juta pengguna pada 2021, 43,32 juta pada 2022, melonjak menjadi 62,09 juta pada 2023, meningkat menjadi 70,00 juta pada 2024, dan mencapai 77,55 juta pengguna sepanjang 2025.
Tren tersebut menegaskan peran Commuter Line sebagai tulang punggung mobilitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta, mulai dari pekerja sektor industri, jasa, dan logistik hingga pelaku UMKM dan perdagangan yang membutuhkan perjalanan cepat, terjadwal, dan berbiaya terjangkau.
Kawasan Tanah Abang
Anne menambahkan, kawasan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan grosir nasional memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan wilayah penyangga. Banyak pedagang, pekerja sektor perdagangan, serta pelaku UMKM dari Kabupaten Tangerang yang melakukan perjalanan rutin ke kawasan tersebut.
Kehadiran Stasiun Jatake diharapkan mampu memperpendek akses dari kantong-kantong permukiman dan kegiatan ekonomi di Pagedangan dan sekitarnya, sehingga mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan produktivitas harian.
Bagi pekerja formal, Stasiun Jatake juga memperkuat pilihan tinggal di kawasan hunian penyangga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan pusat kota Jakarta, tanpa mengorbankan kepastian dan efisiensi perjalanan.
Kerja Sama dengan Sinar Mas Land
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki bangunan tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Fasilitas parkir untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan sekitar 4.000 meter persegi guna mendukung integrasi antarmoda.
Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini menegaskan fungsi stasiun tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan berkelanjutan.
Saat ini, Stasiun Jatake telah memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum resmi beroperasi.
“Stasiun Jatake akan memperkuat jaringan layanan Commuter Line sekaligus mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Kami optimistis kehadiran stasiun ini meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Anne. (CHI)
Baca Juga: Huntara Aceh Dikebut, Selesai Saat Ramadhan

























