Home Berita Stasiun Bogor Bakal Lebih Lega, Progres Peron Baru Capai 62 Persen

Stasiun Bogor Bakal Lebih Lega, Progres Peron Baru Capai 62 Persen

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta bersama KAI Commuter terus mempercepat pembangunan perpanjangan Peron 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Hingga pertengahan Juni 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 62,31 persen.

Pengembangan fasilitas ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah pengguna Commuter Line yang terus meningkat setiap tahun, sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan di salah satu stasiun tersibuk di wilayah Jabodetabek tersebut.

Saat ini, pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap pembangunan rangka tiang kanopi peron. Sebelumnya, proyek telah melalui tahapan penting berupa pembangunan dan pemasangan jalur rel baru serta penataan berbagai material pendukung operasional peron.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan perpanjangan peron menjadi langkah strategis untuk mendukung operasional Commuter Line dengan rangkaian 12 kereta atau SF12.

“Optimalisasi fasilitas pelayanan ini perlu dilakukan mengingat Stasiun Bogor merupakan salah satu hub transportasi komuter dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Perpanjangan peron akan mendukung operasional Commuter Line dengan 12 kereta sehingga kapasitas angkut pelanggan dan kapasitas tampung peron dapat meningkat,” ujar Karina dikutip Jumat (12/6/2026).

Arus Penumpang Bakal Lancar

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut akan membuat arus penumpang saat naik dan turun kereta menjadi lebih lancar, terutama pada jam-jam sibuk.

Karina menegaskan KAI Commuter terus berkoordinasi dengan KAI Daop 1 Jakarta untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

Penumpang Terus Bertambah

Kebutuhan peningkatan kapasitas Stasiun Bogor semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line. Data KAI Commuter menunjukkan, selama periode Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang yang naik dari Stasiun Bogor mencapai 7.740.259 orang. Sementara itu, sebanyak 7.511.320 pengguna tercatat turun di stasiun tersebut.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari-Mei 2025, volume penumpang yang naik tercatat sebanyak 7.358.244 orang atau meningkat 5,19 persen pada tahun ini. Sedangkan jumlah pengguna yang turun naik 2,36 persen dari 7.338.343 orang menjadi 7.511.320 orang.

“Peningkatan volume pengguna ini menjadi salah satu dasar penting dalam pengembangan fasilitas dan kapasitas pelayanan di Stasiun Bogor,” kata Karina.

Rekayasa Arus Penumpang Selama Pekerjaan

Selama proses pembangunan berlangsung, KAI Commuter menerapkan sejumlah penyesuaian operasional dan pengaturan alur pelayanan penumpang.

Untuk menjaga kelancaran mobilitas pengguna, disediakan area pedestrian sementara di sisi selasar stasiun. Selain itu, dilakukan rekayasa arus penumpang, khususnya pada jam sibuk.

Pengguna yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, sementara sebagian lainnya dialihkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor.

Karina optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif bagi kualitas layanan Commuter Line di masa mendatang.

“Melalui pembangunan perpanjangan peron dan jalur rel ini, kualitas pelayanan, keselamatan operasional, serta kapasitas tampung di Stasiun Bogor akan semakin meningkat sehingga pengguna dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan andal,” ujarnya.

Dukung Operasional Commuter Line 12 Kereta

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa proyek perpanjangan peron dan penataan jalur rel merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas prasarana untuk mendukung perkembangan layanan Commuter Line.

Menurut Franoto, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat agar operasional perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan andal selama masa konstruksi.

“Pekerjaan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas layanan di masa mendatang, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung operasional Commuter Line dengan rangkaian 12 kereta atau SF12,” ujar Franoto.

Ia menambahkan, selama pekerjaan berlangsung KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter terus melakukan pengaturan pola operasi dan rekayasa pelayanan guna menjaga kelancaran perjalanan kereta maupun mobilitas pengguna.

Franoto juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat akibat adanya penyesuaian alur pelayanan selama proses pembangunan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan seluruh pengguna Commuter Line. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman bagi masyarakat,” tuturnya. (CHI)

Oleh:

Share