Home Berita Ruas Jalan Tol IKN Seksi 3A Rampung Lebih Cepat, Balikpapan–IKN Kini Hanya Satu Jam

Ruas Jalan Tol IKN Seksi 3A Rampung Lebih Cepat, Balikpapan–IKN Kini Hanya Satu Jam

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) menuntaskan pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A Karangjoang–KKT Kariangau sepanjang 9,27 kilometer. Saat ini, ruas tol tersebut sedang dalam tahap Provisional Hand Over (PHO) dan segera memasuki masa uji coba operasional untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan inti IKN.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengungkapkan bahwa konstruksi berhasil diselesaikan lebih cepat dari target semula pada Desember 2025.

“Seksi 3A ini terhubung langsung dengan Tol Balikpapan–Samarinda. Dengan tersambungnya ruas baru, waktu tempuh dari Balikpapan menuju IKN kini hanya sekitar satu jam, jauh lebih singkat dibanding sebelumnya yang mencapai 2–3 jam. Akses yang lebih cepat ini akan mendukung mobilitas masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha,” jelas Adjib dikutip dari web Hutama Karya, Minggu (17/8/2025).

Teknologi Konstruksi Modern

Dalam pengerjaannya, Hutama Karya menerapkan teknologi konstruksi berbasis digital, mulai dari pemetaan menggunakan drone, desain 3D hingga 5D, hingga GPS paver.

Teknologi ini meningkatkan akurasi, efisiensi waktu, sekaligus menjaga mutu hasil konstruksi. Proyek ini juga berhasil meraih berbagai sertifikasi ISO, termasuk terkait mutu, lingkungan, keselamatan kerja, serta keselamatan jalan.

Baca Juga: Anggaran IKN 2026 Tembus Rp6,3 Triliun, Prabowo Pastikan Proyek Jalan Terus

Dari sisi teknis, ruas Seksi 3A memiliki tiga lajur dengan lebar total 16,15 meter. Infrastruktur ini dilengkapi tiga jembatan yang melintasi Sungai Wain dengan total bentang sekitar 1.135 meter, empat overpass, dan satu underpass.

Konstruksi juga menyesuaikan kondisi geoteknik, di mana sekitar 3,97 km dibangun dengan struktur bertiang (elevated) dan 4,17 km dibangun di permukaan tanah (at grade).

“Tol ini akan menjadi satu-satunya di Indonesia yang tiga kali melintasi sungai berkelok dan tetap bisa dilalui kapal tongkang,” imbuh Adjib.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selama masa konstruksi, Hutama Karya menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Beberapa di antaranya adalah penanaman 25.000 mangrove, penghijauan lereng dengan metode taplok, hingga stabilisasi bahu jalan menggunakan rumput gajah. Proyek ini juga menyerap ratusan tenaga kerja lokal serta melibatkan puluhan UMKM dalam rantai pasok.

“Kehadiran proyek ini bukan hanya memperkuat infrastruktur, tetapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Adjib.

Pembangunan Seksi 3A dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) antara Hutama Karya, Adhi Karya, dan Brantas Abipraya. Selama proses konstruksi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas, terbukti dengan pencapaian zero accident dan zero fatality.

Tahap Operasional

Usai PHO, tol ini akan memasuki masa pemeliharaan selama 720 hari guna memastikan keselamatan dan kualitas perkerasan jalan. Ruas ini akan mulai beroperasi penuh untuk umum setelah seluruh jaringan Jalan Tol IKN Seksi 1A hingga 6C selesai tersambung, yang ditargetkan rampung pada 2028.

Baca Juga: KAI Commuter Line Basoetta Tampil dengan Livery Baru

“Hutama Karya siap menjalankan penugasan pemerintah untuk mempercepat konektivitas IKN sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” tutur Adjib. (CHI)

Oleh:

Share