JAKARTA, LINTAS — Banyak rel dan roda LRT Jabodebek mulai aus, tapi Kementerian Perhubungan memastikan pelayanan tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal.
Banyak rangkaian Lintas Raya Terpadu Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi atau LRT Jabodebek harus menjalani perawatan akibat hal ini.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya perawatan sarana LRT Jabodebek,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal dalam keterangan Kemenhub, Sabtu (11/11/2023).
Adapun terkait perawatan yang berlangsung, Risal menyebut hal ini perlu dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan LRT Jabodebek.

“Berdasarkan temuan inspektur kami di lapangan, ditemukan pengikisan (aus) pada ruas-ruas jalur tertentu. Kami tengah melakukan pemeriksaan roda dan kondisi rel untuk mengatasi hal tersebut,” tutur Risal.
Lebih lanjut, Risal mengatakan bahwa DJKA telah mengarahkan pihak operator, kontraktor, dan stakeholder lainnya untuk tetap mempertahankan layanan dan segera menindaklanjuti temuan yang ada.
Baca juga: Naik Kereta Bandara dan LRT Jabodebek ke Cibubur, Ini Waktu Tempuhnya
“Dengan adanya perawatan ini, maka rangkaian kereta yang dapat dioperasikan penuh ada 8 rangkaian. Kami berharap pihak operator dapat memaksimalkan seluruh rangkaian ini,” kata dia.
LRT Jabodebek Tinggal 8 Rangkaian
Selama proses perawatan berlangsung, pelayanan LRT Jabodebek akan disesuaikan dengan headway (waktu tunggu antarkereta) sebagai berikut.
● Peak Hour
○ Harjamukti/Jatimulya-Cawang (pp): 30 menit
○ Cawang-Dukuh Atas (pp): 15 menit
● Off-peak Hour
○ Harjamukti/Jatimulya-Cawang (pp): 60 menit
○ Cawang-Dukuh Atas (pp): 30 menit
Risal juga menyampaikan agar para calon penumpang LRT Jabodebek dapat menyesuaikan jadwal keberangkatannya.
Di samping itu, operator diharap dapat aktif menginformasikan perubahan jadwal selama perawatan berlangsung.

“Jangan sampai menimbulkan kebingungan pada masyarakat,” ujar Risal.
Diberitakan sebelumnya, 18 trainset LRT Jabodebek yang mengalami keausan roda perlu dilakukan perawatan.
Akibat perbaikan roda itu, LRT Jabodebek kini hanya mengoperasikan 8 dari 18 trainset.
Kemenhub juga bekerja sama dengan LRT Jakarta dan JakPro yang memiliki mesin bubut roda LRT.
LRT Jabodebek bisa memanfaatkan mesin bubut tersebut untuk memproses perbaikan roda trainset yang aus. (CHI)
Baca Juga: Rute Transjakarta D11 Dimodifikasi demi LRT Jabodebek

























