Home Berita Puncak Mudik 18 Maret, Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Puncak Mudik 18 Maret, Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Share

Tren Pergerakan Kendaraan Mulai Naik

Jasa Marga juga mencatat bahwa tren pergerakan kendaraan menjelang Lebaran sudah mulai meningkat sejak jauh hari. Data menunjukkan adanya kenaikan volume lalu lintas kendaraan non-golongan I (seperti truk dan kendaraan besar) dibandingkan kondisi normal.

“Dari H-26 sampai H-20 terjadi peningkatan sekitar 3,26 persen dibandingkan kondisi normal. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya sekitar 4,15 persen,” ungkap Rivan.

Ia menambahkan, pola peningkatan lalu lintas biasanya sudah mulai teridentifikasi sejak sekitar H-22 sebelum Lebaran.

Keselamatan Jadi Perhatian Utama

Selain mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Jasa Marga juga menyoroti faktor keselamatan perjalanan, terutama terkait meningkatnya kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar.

Menurut Rivan, salah satu penyebab gangguan lalu lintas di jalan tol adalah kendaraan non-golongan I, seperti truk angkutan barang. Karena itu pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan operasional kendaraan berat selama periode mudik Lebaran.

“Kami melihat dalam beberapa waktu terakhir terjadi kecelakaan yang cukup signifikan, terutama yang melibatkan kendaraan non-golongan I. Karena itu aspek keselamatan menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Rivan berharap seluruh pengguna jalan mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah selama masa mudik, sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

“Kami berharap seluruh masyarakat yang melakukan mudik mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan begitu, perjalanan mudik bisa berlangsung aman, nyaman, dan selamat,” kata Rivan. (CHI)

Baca Juga: “Ramp Check” Lebaran 2026, 17.516 Bus Dinyatakan Laik Operasi

Oleh:

Share