Home Berita PU Siapkan Strategi Infrastruktur Jalan untuk Lebaran 2026, Siap Layani Pemudik

PU Siapkan Strategi Infrastruktur Jalan untuk Lebaran 2026, Siap Layani Pemudik

Share

Gangguan Infrastruktur

Beberapa gangguan infrastruktur yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir, seperti banjir di Jalan Akses Pelabuhan Ciwandan, longsor di ruas Ponorogo–Trenggalek, hingga amblasnya Jalan Nasional Soleh Iskandar di Bogor, juga telah ditangani dan kini sudah kembali berfungsi normal.

Strategi kedua adalah mengidentifikasi titik rawan bencana di sepanjang jalan nasional. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Lebaran 2026 diperkirakan masih didominasi curah hujan sedang hingga tinggi.

Baca Juga: Buka Kanal Pengaduan “Halo Pak Dody”, Menteri PU: Silakan Lapor Jika Ada Pelanggaran

“Kami telah mengidentifikasi lebih dari 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, dan 15 titik rawan gelombang laut di sepanjang jalan nasional non-tol,” ujar Roy.

Data tersebut menjadi dasar penempatan Disaster Relief Unit (DRU) berupa alat berat, material darurat, serta tim pendukung yang siap melakukan penanganan cepat di lapangan.

Kementerian PU menyiapkan 1.461 unit DRU di sepanjang jalan nasional non-tol yang dilengkapi berbagai peralatan seperti excavator, loader, dump truck, motor grader, dan peralatan berat lainnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan material tanggap darurat seperti bronjong, sandbag, jembatan Bailey, serta campuran aspal cepat yang tersebar di berbagai wilayah agar penanganan kerusakan dapat dilakukan segera tanpa menunggu suplai tambahan.

Penyediaan Posko dan Tim Tanggap

Strategi ketiga adalah penyediaan posko dan tim tanggap bencana. Sebanyak 496 posko disiapkan di seluruh Indonesia yang akan beroperasi mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.

“Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus layanan cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas maupun kondisi darurat di jalur mudik,” katanya.

Selain itu, Kementerian PU juga telah mengidentifikasi 249 titik rawan kemacetan dan 187 titik rawan kecelakaan di seluruh ruas jalan nasional non-tol. Di Pulau Jawa, sejumlah titik seperti ruas Cilegon–Merak dan beberapa bypass kota menjadi perhatian khusus karena kerap mengalami kemacetan saat musim mudik.

Strategi keempat adalah memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di jalan tol serta menyiapkan tambahan fasilitas bagi pengguna jalan.

Saat ini terdapat 76 ruas tol beroperasi sepanjang 3.115 kilometer yang dilengkapi 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) serta 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung kebutuhan pengendara, termasuk pengguna kendaraan listrik.

Untuk meningkatkan pelayanan selama periode mudik, Kementerian PU juga meminta badan usaha jalan tol memastikan kondisi perkerasan jalan, jembatan, sistem transaksi tol, hingga penerangan jalan dalam kondisi optimal.

Selain itu, pengelola tol juga diminta menyiapkan petugas tambahan, rambu peringatan, posko kesehatan, toilet portable, hingga mobil toilet untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Sebagai tambahan kapasitas jalan, pemerintah juga menyiapkan 10 ruas tol fungsional sepanjang 291,13 kilometer yang dapat digunakan secara terbatas selama periode mudik.

Rinciannya, 3 ruas di Pulau Sumatera sepanjang 90,73 km, 1 ruas di Kalimantan sepanjang 52,37 km, serta 6 ruas di Pulau Jawa sepanjang 148,03 km.

“Selain itu terdapat 15 TIP fungsional tambahan di Sumatra dan Jawa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan,” jelas Roy. (CHI)

Baca Juga: Penyeberangan Jawa–Bali–Lombok Dihentikan Saat Nyepi 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Oleh:

Share