Home Berita PT Hastari Jaya Sentosa Raih Penghargaan 1 Juta Jam Kerja Aman pada Proyek Tol Kediri–Tulungagung

PT Hastari Jaya Sentosa Raih Penghargaan 1 Juta Jam Kerja Aman pada Proyek Tol Kediri–Tulungagung

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hastari Jaya Sentosa mencatatkan capaian penting dalam dunia konstruksi nasional setelah berhasil meraih penghargaan 1.000.000 jam kerja aman tanpa lost time injury (LTI) dan tanpa fatality pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung, khususnya pada ruas akses Tol Bandara Kediri – Seksi 1.

Penghargaan tersebut diberikan oleh SSAT & PMSC–JO pada 15 November 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi perusahaan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja.

Dalam wawancara bersama Lintas pada Selasa (25/11/2025), Direktur Administrasi dan Keuangan PT Hastari Jaya Sentosa, Jerry Christy, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak sejarah bagi perusahaan, terutama karena proyek ini adalah kali pertama Hastari bertindak sebagai main contractor dalam proyek strategis nasional.

Jerry menegaskan bahwa keberhasilan mencapai zero accident bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil penerapan budaya keselamatan dan Kesehatan kerja  (K3) yang ketat dan terstruktur.

“Prinsip kami jelas, tidak ada pekerjaan yang terlalu mendesak hingga harus mengabaikan aspek keselamatan. Kami menerapkan safety first dan safety ownership, di mana setiap individu bertanggung jawab atas keselamatan dirinya dan rekan kerja,” ujarnya.

PT Hastari membangun budaya komunikasi terbuka, melakukan identifikasi risiko sejak awal desain, serta memastikan setiap kegiatan memenuhi SOP dan standar keselamatan nasional maupun internasional. Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi penting hingga perusahaan mampu mencapai pencapaian 1 juta jam kerja tanpa insiden.

Pengawasan Berlapis dan Pelatihan Rutin

Selama proyek berlangsung, pengawasan keselamatan dilakukan secara berlapis, melibatkan supervisor lapangan, safety officer, hingga manajemen proyek.

Setiap awal hari kerja, perusahaan mewajibkan pelaksanaan toolbox meeting, safety patrol, dan risk assessment. Selain itu, pekerja secara rutin mendapatkan pelatihan K3, simulasi keadaan darurat, serta sertifikasi penggunaan peralatan berstandar nasional. Bagi pekerja yang melanggar aturan keselamatan, diterapkan sistem reward and punishment yang tegas.

“Kadang masih ada pekerja kasar khususnya masih menganggap remeh APD. Maka kami terapkan sanksi berupa ‘tilang’. Biasanya mereka lebih takut kehilangan uang daripada kehilangan nyawa,” ujar Jerry.

Digitalisasi untuk Memperkuat Pengawasan

Salah satu inovasi yang diterapkan Hastari adalah digitalisasi seluruh aktivitas proyek. Perusahaan menggunakan aplikasi internal e-attendance berbasis QR Code untuk memonitor pergerakan dan aktivitas pekerja secara real-time.

Setiap temuan keselamatan dari safety patrol langsung terunggah otomatis, sehingga supervisi dapat mengambil tindakan cepat dan tepat.

“Semua aktivitas terpantau secara digital. Notifikasi pelanggaran muncul real-time sehingga penindakan dapat dilakukan saat itu juga,” jelas Jerry.

Komitmen Direksi dan Kampanye K3

Komitmen kuat manajemen menjadi faktor penting lainnya. Sang Direktur Utama bahkan pernah menyatakan kesediaan mundur dari jabatannya jika terjadi fatality selama proyek berlangsung. Komitmen tersebut dibarengi dengan dukungan penuh terhadap anggaran kampanye K3 di seluruh area proyek.

Banner, peringatan keselamatan, hingga berbagai media kampanye turut dipasang untuk memastikan seluruh pihak selalu mengingat pentingnya keselamatan kerja.

Capaian 1 juta jam kerja aman ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi PT Hastari Jaya Sentosa untuk terus meningkatkan standar keselamatan pada proyek-proyek berikutnya.

“Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi, baik bagi perusahaan maupun kontraktor lain yang bekerja di proyek yang sama. Tujuan kita sederhana: berangkat kerja dengan selamat, pulang juga dengan selamat,” tutup Jerry. (PAH/ROY)

Baca Juga: PU Tangani Longsor Oprit Jembatan Brantas

Share