Home Berita Prinsip Membangun Lebih Kuat dan Tangguh Pascabencana Sumatera

Prinsip Membangun Lebih Kuat dan Tangguh Pascabencana Sumatera

Share

JAKARTA, LINTAS — Pemerintah memastikan mayoritas infrastruktur terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali berfungsi. Rehabilitasi dan rekonstruksi dipercepat dengan prinsip build back better, yakni membangun lebih kuat dan tangguh.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dalam keterangan tertulis, menyampaikan, percepatan dilakukan sesuai arahan Presiden dan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Pada sektor konektivitas, seluruh 99 ruas jalan nasional dan 34 jembatan nasional terdampak kini 100 persen fungsional. Di tingkat daerah, 93 persen jalan dan 87 persen jembatan sudah dapat digunakan.

“Sebagaimana arahan Presiden, penanganan muara menjadi prioritas langsung dalam percepatan normalisasi aliran sungai,” ujar Dody.

Di sektor sumber daya air, progres air baku dan air bersih rata-rata mencapai 72,7 persen. Dua embung telah tertangani seluruhnya. Dari 176 SPAM terdampak, 153 sudah kembali berfungsi. Penanganan irigasi, rawa, dan sungai di tingkat pusat mencapai 54,2 persen, sedangkan daerah 24,5 persen.

Sanitasi dan Persampahan

Selain itu, dari 38 muara terdampak, progres rata-rata 35,5 persen dengan target tuntas paling lambat Oktober 2027.

Pada sektor sanitasi dan persampahan, penanganan 15 TPA dan 12 IPLT telah rampung 100 persen. Sementara progres hunian dan fasilitas umum mencapai 66 persen. Sebanyak 1.301 kepala keluarga di 13 lokasi ditargetkan menempati hunian paling lambat 28 Februari 2026.

Untuk mendukung percepatan, Kementerian PU mengerahkan 1.599 personel dan 1.807 unit alat berat. Program Padat Karya Tunai pada 2025 melibatkan 47.510 tenaga kerja. Tahun ini direncanakan menyerap 44.931 tenaga kerja.

Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran penanganan bencana 2025–2029 mencapai Rp 73,98 triliun. Anggaran itu mencakup tanggap darurat Rp 4,87 triliun dan rehabilitasi serta rekonstruksi Rp 69,10 triliun.

Menko PMK Pratikno menegaskan, percepatan diperkuat lewat Inpres Nomor 18 Tahun 2026. “Infrastruktur utama sudah berfungsi. Pelayanan masyarakat telah berjalan,” ujarnya.

Pemerintah optimistis pemulihan di Sumatera berjalan cepat dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda Astacita untuk membangun lebih tangguh menghadapi risiko bencana. (HRZ)

Baca Juga: Pembangunan 8 Jembatan Permanen Dimulai di Aceh Pascabencana Sumatera

Oleh:

Share