JAKARTA, LINTAS — Presiden Jokowi akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama terhadap tiga sektor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada pekan depan.
Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Agung Wicaksono menjelaskan, kegiatan peletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi akan dilaksanakan pada 21-22 Desember 2023.
“Dalam waktu dekat, minggu depan akan ada groundbreaking investasi lagi. Kita akan koordinasi dengan protokol jadwal Presiden, apakah bisa hadir di groundbreaking ini,” ujar Agung Wicaksono dalam jumpa pers ‘Perkembangan Investasi di IKN”, Jumat (15/12/2023).

Agung menjelaskan, tiga sektor investasi tersebut yakni sektor green, sektor pelengkap ekosistem kebangsaan dan sektor lembaga negara.
Baca juga: Patung Soekarno-Hatta Akan Dibangun di IKN
Pendanaan tiga sektor ini berasal dari non-APBN yang ditargetkan untuk memiliki nilai investasi mencapai Rp 10 triliun.
Nilai Investasi Groundbreaking di IKN
Agung menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan nilai investasi untuk groundbreaking kali ini.
“Terkait nilai ada target Rp 10 triliun dan itu sudah masuk. Ada investor yang enggak sempat lagi groundbreaking minggu depan. Mereka ada yang libur,” ujar Agung.
“Dari segi total ada Rp 10 triliun lebih. Berapa banyak yang sempat masih bisa masuk sebelum libur, saya belum pastikan. Tapi, akan mendekati Rp 9 triliun sampai Rp 10 triliun,” lanjutnya.
Agung menjelaskan, sektor green yang dimaksud adalah sektor bersifat penghijauan dan reboisasi yang berada di sekitar kawasan kebangsaan.

“Bagaimana rehabilitasi lahan eks pertambangan, karena kita tahu IKN ini punya target hutan berkelas dunia dengan 65 persen kawasan hutan, dan ini langkah penting untuk melakukan penghijauan kembali,” ujarnya.
Selanjutnya sektor kedua yakni sektor pelengkap ekosistem kebangsaan. Sektor ini berada di kawasan 1A di mana ada ekosistem yang sifatnya hunian.
Terakhir, sektor lembaga negara dengan pendanaan non-APBN. Hal ini merupakan pembangunan proyek gedung pemerintahan. (ATO)
Baca Juga: Investor Minati 9 Proyek KPBU di IKN Senilai Rp 55 Triliun
























