Home Berita Perpanjangan Elektrifikasi Kereta dari Bogor ke Sukabumi Perkuat Konektivitas

Perpanjangan Elektrifikasi Kereta dari Bogor ke Sukabumi Perkuat Konektivitas

Share

JAKARTA, LINTAS – Pertumbuhan pesat pengguna KRL lintas Bogor memperkuat urgensi elektrifikasi hingga Sukabumi. Tren mobilitas yang terus meningkat menunjukkan kawasan penyangga Jabodetabek semakin menjadi pusat aktivitas baru, sekaligus membuka peluang pertumbuhan wilayah yang lebih merata.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai tren ini menjadi dasar penting penguatan layanan transportasi ke depan. Menurutnya, mobilitas masyarakat berkembang seiring aktivitas yang tidak lagi terpusat di satu wilayah, sehingga layanan transportasi harus mampu menjangkau kebutuhan perjalanan yang semakin luas.

“Saat ini, elektrifikasi lintas Jakarta Kota–Bogor telah mencapai 54,6 kilometer jalur ganda. Pengembangan tersebut merupakan kolaborasi KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang turut diiringi peningkatan fasilitas stasiun dan sistem operasional. Hasilnya, kapasitas layanan meningkat dengan waktu tempuh yang lebih efisien,” kata Anne, dikutip Minggu (12/4/2026).

Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah penumpang Bogor Line terus naik signifikan dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 tercatat 102 juta pelanggan, meningkat menjadi 133 juta pada 2023, lalu 145 juta pada 2024, dan mencapai 155 juta pelanggan sepanjang 2025. Pada triwulan pertama 2026 saja, jumlah pengguna telah menembus 38,2 juta pelanggan.

Lonjakan tersebut menegaskan peran Bogor Line sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat, sekaligus mencerminkan perubahan pola perjalanan yang kini semakin menyebar ke kawasan penyangga.

Potensi Besar hingga Sukabumi

Pertumbuhan serupa juga terlihat pada lintas Bogor Paledang–Sukabumi melalui layanan KA Pangrango. Jumlah pelanggan meningkat dari 786 ribu pada 2023 menjadi 874 ribu pada 2024, dan menembus 1,1 juta pelanggan sepanjang 2025. Pada tiga bulan pertama 2026, jumlahnya sudah mencapai 281 ribu penumpang.

Suasana di Stasiun Jakarta Kota. Dok/PT KAI

“Peningkatan ini menandakan kawasan Sukabumi semakin terhubung dengan pusat aktivitas, seiring berkembangnya sektor hunian, pariwisata, dan ekonomi lokal. Karena itu, elektrifikasi hingga Sukabumi dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, frekuensi perjalanan, dan efisiensi waktu tempuh,” tutur Anne.

Perpanjangan elektrifikasi hingga Sukabumi akan menghadirkan peningkatan layanan yang lebih luas, mulai dari efisiensi waktu tempuh, kapasitas yang lebih besar, hingga frekuensi perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, elektrifikasi tidak hanya berdampak pada layanan transportasi. Konektivitas yang semakin kuat diyakini mampu mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru dan memperluas aktivitas masyarakat ke berbagai wilayah, sehingga pembangunan tidak lagi terpusat di kota besar.

Dorong Hunian dan Kawasan Tertata

Menurut Anne, akses transportasi yang lebih baik juga memberi peluang masyarakat memilih hunian di kawasan yang lebih nyaman dan terjangkau. Pola ini berpotensi mengurangi tekanan kepadatan di pusat kota sekaligus mendorong terbentuknya permukiman yang lebih tertata.

“Arah pengembangan tersebut selaras dengan kebijakan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 6 April 2026 terkait percepatan program perumahan rakyat nasional,” ujar Anne.

Lebih lanjut, sambungnya, KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan transportasi yang mengikuti dinamika mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan yang lebih merata. (CHI)

Baca Juga: PU Tak Terapkan WFH, Dorong Efisiensi Energi dan Ventilasi Alami

Oleh:

Share