Home Berita Pengawasan Tarif dan Layanan Penerbangan Diperketat Selama Nataru 2025/2026

Pengawasan Tarif dan Layanan Penerbangan Diperketat Selama Nataru 2025/2026

Share

JAKARTA, LINTAS — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memperkuat pengawasan terhadap pelayanan penerbangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan maskapai mematuhi ketentuan tarif serta menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Achmad Setiyo Prabowo, menegaskan bahwa seluruh maskapai penerbangan dilarang menjual tiket di atas Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan pemerintah. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Forwahub Gathering, baru-baru ini.

“Pada hari biasa maskapai cenderung menerapkan tarif batas bawah atau tarif menengah. Namun menjelang hari raya besar, maskapai menggunakan Tarif Batas Atas. Akibatnya, meskipun diberikan diskon, harga tiket tetap dianggap mahal oleh masyarakat,” ujarnya saat Gathering di Bogor, belum lama ini.

Ahmad Setyo mengakui, meski sejumlah maskapai memberikan potongan harga, sebagian masyarakat masih menilai harga tiket relatif mahal dibandingkan hari biasa. Menurutnya, hal itu terjadi karena perbedaan penerapan tarif pada masa normal dan periode libur besar.

“Pada hari biasa maskapai cenderung menerapkan tarif batas bawah atau tarif menengah. Namun menjelang hari raya besar, maskapai menggunakan Tarif Batas Atas. Akibatnya, meskipun diberikan diskon, harga tiket tetap dianggap mahal oleh masyarakat,” tuturnya.

200 Pesawat Masih Dalam Perawatan

Menjelang puncak arus Nataru, Ditjen Hubud mencatat masih terdapat sekitar 200 pesawat dari total 568 armada nasional yang sedang menjalani masa pemeliharaan atau maintenance.

Sementara itu, sebanyak 368 pesawat telah siap beroperasi untuk melayani penumpang selama periode Nataru 2025/2026.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan penerbangan. Selain keterbatasan jumlah pesawat, faktor cuaca serta kendala teknis operasional juga menjadi penyebab terjadinya delay.

“Kami berharap 200 pesawat yang saat ini masih dalam perawatan dapat selesai sebelum H-1 Nataru, sehingga seluruhnya bisa dioperasikan untuk melayani lonjakan penumpang,” katanya.

Jumlah Penumpang Naik 3,7 Persen

Ditjen Hubud memproyeksikan jumlah penumpang angkutan udara selama Nataru 2025/2026 mencapai 5.050.194 orang. Angka tersebut terdiri dari 3.899.176 penumpang rute domestik dan 1.151.018 penumpang rute internasional, atau meningkat sekitar 3,7 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Untuk rute domestik, pergerakan penumpang tertinggi diprediksi terjadi pada jalur Jakarta–Bali, Jakarta–Surabaya, dan Jakarta–Ujung Pandang. Sementara untuk rute internasional, rute favorit antara lain Jakarta–Singapura, Jakarta–Kuala Lumpur, serta Denpasar–Kuala Lumpur dan sebaliknya. (CHI)

Baca Juga: ASDP Kerahkan KMP Jatra I untuk Distribusi Bantuan dan Pemulihan Bencana di Sumatera

Oleh:

Share