Home Berita Pascabencana, Pemerintah Targetkan 8 Infrastruktur di NTT Rampung Dibenahi

Pascabencana, Pemerintah Targetkan 8 Infrastruktur di NTT Rampung Dibenahi

Share

JAKARTA, LINTAS — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membenahi 8 infrastruktur konektivitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana badai siklon tropis seroja yang terjadi 3 April 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan pembenahan dan pembangunan kembali infrastruktur untuk konektivitas itu harus segera dilakukan. Ia berharap, konektivitas yang lancar dapat membantu pemulihan ekonomi pasca bencana.

Pranala luar : Kementerian PUPR Selesaikan Pembangunan 96 Lokasi Jembatan Rusak dan Longsor Pascabencana NTT

“Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpass akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberi alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,” sebut Basuki dikutip dari website binamarga.pu.go.id, Kamis (3/2/2022).

Berita terkait : Kementerian PUPR Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir Bandang NTT

Adapun 8 lokasi penanganan infrastruktur pasca bencana di NTT antara lain, pembangunan Jembatan Termanu sepanjang 100 meter di Kabupaten Timor Tengah Utara serta 7 lokasi penanganan jalan dan jembatan di Kabupaten Alor seperti Jembatan Irawuri sepanjang 90 meter yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

Adapun Kementerian PUPR dan Binamarga telah menyelesaikan penanganan bencana pada 75 infrastruktur pada Desember 2021 lalu. Kemudian 21 lokasi lain telah dirampungkan pada Januari 2022.

Beberapa jembatan yang telah selesai diperbaiki adalah 13 jembatan kecil antara lain yang berada di Kabupaten Kupang, seperti Jembatan Baimel sepanjang 65 meter, Jembatan Bompo 1 sepanjang 30 meter, Jembatan Bompo 2 sepanjang 20 meter.

Kemudian Jembatan Oelobe sepanjang 20 meter, Jembatan Siumate Kecil 1 dengan panjang 15 meter, Jembatan Bailey Litsusu dengan panjang 30 meter, serta Jembatan Nombatas sepanjang 30 meter.

Kemudian perbaikan juga dilakukan pada Jembatan Lailunggi dengan panjang 70 meter dan Jembatan Tawui sepanjang 16 meter di Kabupaten Sumba Timur.

Penanganan pasca bencana longsor juga telah selesai dilakukan pada Jalan Nasional yang berada di kawasan Batu Putih, Kabupaten Kupang, seperti ruas Jalan Bokong – Batu Putih STA 70+325 serta STA 74+100. Lalu ruas Batu Putih – Batas Kota Soe STA 78+500, dan STA 79+000. Proyek penanganan longsor itu dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana Penanggulangan Bencana NTT dan NTB Kementerian PUPR, Widiarto menilai penanganan infrastruktur pasca bencana itu adalah komitmen bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ia menuturkan, penanganan infrastruktur, khususnya jembatan, akan memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat.

“Diharapkan arus logistik barang kebutuhan masyarakat berjalan lancar sejak terputus April lalu saat bencana,” imbuh dia. (*)

Share