Home Fitur 914 Meter Tanpa Putus, Inilah Eskalator Terpanjang di Dunia Ada di China

914 Meter Tanpa Putus, Inilah Eskalator Terpanjang di Dunia Ada di China

Share

Sistem eskalator luar ruang terpanjang di dunia berada di Kabupaten Wushan, China. Dengan panjang hampir 3.000 kaki (sekitar 914 meter), fasilitas ini mampu mengangkut pejalan kaki hingga 800 kaki (sekitar 244 meter) di atas permukaan awal, setara dengan ketinggian gedung sekitar 80 lantai.

Sistem tersebut dikenal sebagai “Goddess Escalator”. Infrastruktur ini terdiri atas 21 unit eskalator, 8 lift, 4 travelator (jalur pejalan kaki bergerak), serta beberapa jembatan penyeberangan yang saling terhubung. Untuk menempuh seluruh lintasan, pengguna membutuhkan waktu sekitar 21 menit.

“Sepengetahuan saya, belum ada proyek serupa di seluruh negeri yang menyamai atau bahkan melebihi proyek kami, baik yang sedang dibangun maupun yang sudah dimulai. Ini adalah yang pertama dari jenisnya,” ujar Huang Wei, pimpinan desain proyek sekaligus insinyur di China Railway Eryuan Engineering Group, kepada Financial Times yang dikutip dari Smithsonian magazine.

Solusi Mobilitas di Wilayah Pegunungan

Kabupaten Wushan berada di wilayah administrasi Chongqing, kawasan pegunungan yang memiliki kontur sangat curam sehingga mobilitas masyarakat menjadi tantangan tersendiri.

Menurut Interesting Engineering, Chongqing dikenal karena kondisi topografinya yang ekstrem. Jalur kereta api bahkan melintas di dalam bangunan apartemen, sementara beberapa stasiun kereta bawah tanah berada pada kedalaman yang menyerupai bunker.

Pemerintah setempat telah mencari solusi transportasi selama beberapa dekade. Proyek ini mulai digarap secara serius pada 2022. Berbagai opsi seperti kereta api dan kereta gantung sempat dipertimbangkan sebelum akhirnya diputuskan membangun sistem eskalator.

“Kami memiliki pengalaman membangun eskalator serupa,” kata Huang. Menurutnya, eskalator telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Chongqing. Salah satu contohnya adalah Crown Escalator, yang dibangun pada 1990-an dengan panjang lebih dari 350 kaki (sekitar 107 meter) dan menjadi salah satu eskalator tunggal terpanjang di Asia.

Dibangun Empat Tahun dengan Biaya US$23 Juta

Pembangunan Goddess Escalator memakan waktu sekitar empat tahun dengan total investasi mencapai US$23 juta. Fasilitas tersebut diproduksi oleh Schindler, perusahaan asal Swiss yang sebelumnya juga telah memasok sekitar 1.400 unit eskalator untuk sistem metro Chongqing.

Lokasi pembangunan memiliki kemiringan rata-rata 35 persen, bahkan di beberapa titik mencapai hampir 60 persen. Untuk menyesuaikan kondisi medan tersebut, para insinyur menerapkan desain modular dan menggunakan material kaca agar struktur terlihat lebih ringan secara visual. Selain itu, tersedia tiga dek observasi yang menyuguhkan panorama Sungai Yangtze dan kawasan sekitarnya.

Melayani Sekitar 9.000 Penumpang Setiap Hari

Eskalator ini mulai melayani masyarakat pada 17 Februari 2026. Sebelumnya, warga harus menaiki tangga panjang untuk mencapai lokasi tujuan. Kini perjalanan menjadi jauh lebih mudah karena sistem eskalator dibangun melayang di atas jalan raya yang pada jam sibuk dapat ditempuh kendaraan hingga sekitar satu jam.

Seorang pejabat setempat mengatakan kepada Financial Times bahwa sekitar 9.000 orang menggunakan fasilitas tersebut setiap hari.

Bagian dari Ambisi Infrastruktur China

Goddess Escalator menambah daftar proyek infrastruktur berskala besar di China. Pada tahun sebelumnya, negara tersebut juga meresmikan Jembatan Huajiang Grand Canyon di Provinsi Guizhou, yang membentang sekitar 2.050 kaki (625 meter) di atas Sungai Beipan, menjadikannya jembatan tertinggi di dunia.

Menurut Dan Wang, Kepala Tim China di Eurasia Group, investasi infrastruktur masih menjadi motor utama investasi domestik di China.

“Saya pikir investasi infrastruktur masih menjadi pendorong terpenting bagi investasi domestik. Itulah sesuatu yang dapat dikendalikan oleh pemerintah,” ujarnya kepada Financial Times.

Namun, ambisi pembangunan infrastruktur China juga pernah diwarnai insiden serius. Pada Agustus 2024, 12 pekerja tewas setelah sebuah jembatan runtuh di Provinsi Qinghai.

Saat ini, tarif menggunakan Goddess Escalator ditetapkan sebesar 3 yuan atau sekitar US$0,40 per perjalanan.Tarif tersebut masih bersifat sementara karena proyek masih berada dalam tahap uji coba. Pemerintah akan mengevaluasi jumlah pengguna sebelum menetapkan tarif resmi secara permanen.

Baca Juga: Menikmati Senja Jakarta dari Atas Bus Tanpa Atap “Open Top Tour”, Mengubah Lampu Kota Menjadi Cerita

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT