Sudah dua kali Lebaran Pak Udin tidak pulang-pulang. Kisahnya tentu berbeda dengan Bang Toyib, yang dikisahkan dalam lagu dangdut itu. Ini kisah penjual bubur yang rindu pulang pada Lebaran 2023. Pak Udin memilih kereta api karena tidak macet.
Pukul 06.30 Nurudin―akrab dipanggil Pak Udin―sudah membuka gerobaknya. Tiga mangkuk bubur ayam dagangannya dibeli pelanggan, yang makan di tempat. Beberapa pesanan lewat Go Food juga dipersiapkannya. Pak Udin mangkal di Jalan Pedurenan Raya, Karet. Di sini Pak Udin menyewa halaman toko minimarket Indomaret sejak 2017.
“Hingga sekarang (07.15) ini, sudah 10 mangkuk terjual,” kata Pak Udin kepada Majalah Lintas, Rabu (12/4/2023). Selama Ramadhan ini, ia hanya buka hingga pukul 11.00. Biasanya, dua kali. Sore mulai lagi pukul 15.00 sampai malam.
Kontrakan Pak Udin tidak jauh dari tempatnya mangkal. “Noh, genteng hijau,” sambil nunjuk. “Sebulan sejuta. Masih ngontrak.” Pak Udin di Jakarta tinggal sama anak pertamanya. Dua anaknya yang lain tinggal di rumahnya di Cirebon, Jawa Tengah.
“Anak pertama saya sudah selesai kuliah. Dia sekarang kerja di Pulagadung,” ujar Pak Udin. Anak kedua sedang kuliah di Cirebon. Anak bungsu masih duduk di bangku SMA.

Ditanya, apakah akan mudik? Mendengar itu, Pak Udin terlihat semangat. “Iya, pulang Mas. Sudah dua tahun tidak pulang kampung,” kata Pak Udin.
Selama tiga tahun masa pandemi Covid-19, karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, ia tidak pulang. Ia mengaku tidak sabar lagi untuk segera Lebaran. “Kangen juga bertemu dengan saudara-saudara di kampung,” kata Pak Udin yang mengaku berjualan bubur sejak tahun 1987.
Kereta Api Nyaman
Bagi Pak Udin, Lebaran adalah momentum yang sangat sakral. Selain kembali fitrah, sudah jadi tradisi untuk berkumpul dengan sanak saudara. Bagi Pak Udin, setelah susah payah kerja setahun, momen Lebaran sebagai waktu jedah sebentar. “Saatnya saling bersilaturahmi kembali dengan keluarga,” kata Pak Udin.
Dua tiket eksekutif KA Argojati sudah dikantongi. “Istri sudah duluan berada di Cirebon. Saya berdua saja dengan anak,” kata Pak Udin.

Memilih kereta api sebagai transportasi mudik bukan tanpa alasan. Pak Udin mengatakan, kereta tidak seperti dulu. Sekarang sudah sangat rapi dan teratur. Tidak ada lagi yang jualan di kereta. “Dulu gerbong kereta jadi tempat jualan segala macam. Pengamen juga ramai. Belum lagi sumpek-sumpekan. Sekarang sudah bagus,” kata Pak Udin.
Memperoleh tiket KA, kata Pak Udin, dilakukan secara daring (onliine). Kalau dulu, penumpang boleh datang ke loket pada hari keberangkatan. “Sekarang semua pembelian tiket kereta dilakukan online,” ujar Pak Udin.
Tak kurang, Presiden Jokowi pun menegaskan bahwa untuk mudik Lebaran 2023, pemudik harus sudah pegang tiket saat sampai di stasiun atau di pelabuhan bagi yang naik kapal.
Kebijakan pemerintah soal kewajiban pembelian tiket lewat online sudah tepat. Penumpukan penumpang bisa diminimalkan. Kemudian praktik pecaloan juga bisa ditiadakan.
Pulang Pakai Sepeda Motor
Ada banyak pemudik yang seperti Pak Udin. Kereta api menjadi primadona angkutan Lebaran. Banyak peminatnya. Sampai-sampai PT KAI berjanji akan menyiapkan kereta api tambahan untuk mudik Lebaran.
Pelayanan prima pengelola KAI tentu jadi harapan Pak Udin dan semua pemudik menggunakan kereta api.
Pak Udin sangat senang dan bersukacita bisa pulang pada Lebaran tahun ini. Sukacitanya makin bertambah ketika tiket kereta api sudah di tangan.
“Saya pulangnya (ke Jakarta) pakai sepeda motor,” kata Pak Udin sambil melayani pembeli bubur.
Selamat Lebaran Pak Udin, berhati-hati di jalan saat pulang. (C01)

























